NOTA PENGANTAR KEUANGAN RAPBD TA 2021, Pendapatan Daerah Diperkirakan Turun 5,11 Persen

PADANG, KP – Wakil Walikota Padang Hendri Septa menyampaikan Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Padang Tahun Anggaran (TA) 2021dalam Rapat Paripurna di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Padang, Selasa (8/9).

Rapat yang digelar secara langsung dan juga melalui virtual tersebutdipimpin Ketua DPRD Syafrial Kani diikuti Wakil Ketua Arnedi Yarmen, Ilham Maulana, dan Amril Amin serta Sekretaris DPRD Hendrizal Azhar. Selain itu juga hadir anggota DPRD Kota Padang, unsur forkopimda, stakeholder terkait, dan para pimpinan OPD di lingkup Pemko Padang.

Wawako Hendri menyebutpenyampaian nota keuangan APBD 2021 itu dimaksudkan untuk menyampaikan pokok-pokok kebijakan serta rencana kerja anggaran yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2021.

Ia menjelaskan pada RAPBD Kota Padang 2021, pendapatan daerah diperkirakan sebesar Rp2,55 triliun. Jika dibandingkan dengan APBD tahun 2020, mengalami penurunan sebesar Rp130,55 miliar atau turun sekitar 5,11 persen.

“Secara rinci pendapatan daerah tersebut terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2021 yang direncanakan sebesar Rp870,40 miliar. PAD tersebut bersumber dari pendapatan pajak daerah sebesar Rp649,99 miliar, retribusi daerah Rp85,40 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp20 miliar, serta lain-lain PAD yang sah sebanyak Rp115 miliar,” urainya.

Selanjutnya, sumber pendapatan daerah lainnya yaitu dari pendapatan transfer pada APBD 2021 yang ditargetkan sebesar Rp1,56 triliun. Kemudian lain-lain pendapatan daerah yang sah pada APBD 2021 ditargetkan sebesar Rp116,34 miliar.

Di sisi lain, menyikapi perkembangan dan situasimaka rencana belanja daerah pada RAPBD 2021 dianggarkan sebesar Rp2,58 triliun. Jika dibandingkan dengan APBD tahun 2020 sebesar Rp2,74 triliun mengalami penurunan sebesar Rp162,39 miliar atau turun 6,29 persen.

Alokasi anggaran belanja daerah itu, sebut wawako, digunakan untuk pelaksanaan program dan kegiatan yang terkait dengan prioritas pembangunan serta untuk mewujudkan visi dan misi Kota Padang sebagaimana yang telah ditargetkan dalam RPJMD 2019-2024. Sekaligus, disinkronisasikan dengan prioritas pembangunan nasional dan prioritas pembangunan Provinsi Sumbar.

“Termasuk selain itu juga fokus pada kegiatan pencegahan dan penanganan covid-19 serta pemulihan dampak sosial ekonomi bagi warga Kota Padang. Kita berharappembahasan rancangan peraturan daerah (ranperda) ini beserta nota keuangan RAPBD 2021 dapat kita jadikan prioritas demi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Padang ke depan. Atas nama Pemko Padang kami mengucapkan apresiasi dan terimakasih kepada pimpinan dan anggota DPRD,” pungkas Wawako mengakhiri penyampaiannya.

Sementara Ketua DPRD Kota Padang Syafrial Kani mengatakandengan telah disampaikannya Ranperda tentang RAPBD 2021 beserta nota keuangannya, maka ranperda itu akan dilakukan pendalaman oleh alat kelengkapan dewan. Diantaranya konsultasi Badan Anggaran (Banggar) DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) SKPD.

“Insya Allah pendalaman Ranperda akan kita bahas bersamadan dapat diselesaikan sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan,” sebutnya sembari menutup rapat paripurna.(mas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Herman Sofyan Pimpin Rapat Perdana Pokdar Kamtibmas Bukittinggi

Sel Sep 8 , 2020
BUKITTINGGI, KP – Ketua DPRD Bukittinggi, Herman Sofyan selaku Ketua Pokdar Kamtibmas Kota Bukittinggi, memimpin rapat perdana Pokdar Kamtibmas Bukittinggi di RM Sederhana Bukittinggi, Sabtu malam lalu (5/9). Menurut Herman Sofyan, Rapat Kelompok Sadar (Pokdar) Kamtibmas Bukittinggi itu untuk melakukan konsolidasi pengurus, perkenalan pengurus beserta anggota dan pembentukan program kerja […]