18 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Wabup Yulfadri Minta Pemprov Anggarkan Insentif untuk Penyuluh Agama

SOLOK, KP – Penyuluh agama harus bisa membawa umat dari kegelapan menuju terang benderang. Lantaran penyuluh agama merupakan tugas mulia yang bisa membawa dampak positif dalam kehidupan sehari-hari bagi umat islam. Ilmu teknologi yang saat ini berkembang pesat, tidak bisa disalahkan. Hanya diri kita yang harus di bentengi ilmu agama dalam menghadapi arus globalisasi. Hal itu dikatakan Wakil Bupati Solok H. Yulfadri Nurdin, Senin (7/9), saat berdialog dengan pimpinan Pondok Pesantren Rabani Sumani Buya Sa’aduddin.

Menurutnya pemberdayaan lembaga adat dan agama harus diaplikasikan di tengah-tengah masyarakat. “Penyuluh agama bukan hanya bisa sekedar menerangi umat islam, akan tetapi penyuluh agama diharapkan hati dan fikirannya juga harus terang benderang terlebih dahulu dan baru bisa menerangi banyak orang,” ulasnya.
Wabup berharap agar pemerintah provinsi juga memperhatikan dan memprioritaskan penyuluh agama se-Sumatra Barat. “Kalau kita lihat, dana yang dianggarkan untuk kegiatan Porprov miliaran rupiah, kita juga menginginkan agar kegiatan agama juga lebih ditingkatkan lagi,” sambungnya.

Ia menambahkan berkoordinasi dengan Kakanwil Kemenag, pemprov hendaknya juga bisa menganggarkan dana bagi penyuluh agama se-Sumbar yang berjumlah lebih kurang 6.000 orang di berbagai daerah kabupaten/kota. Kalau dibantu saja sekitar Rp 200 ribu perorang selama setahun, dirasa tidak terlalu membebankan APBD Provinsi.

“Toh, itu juga untuk meningkatkan akidah dan menambah wawasan umat,” sebutnya.

Yulfadri mengungkapkan Pemkab Solok hingga saat ini telah mengeluarkan SK untuk lebih dari 200 orang penyuluh agama se- Kabupaten Solok. Pemkab juga telah membantu honor tenaga penyuluh agama sekitar Rp400 ribu perorangdi tambah honor dari Kemenag Rp300 ribu sehingga total yang diterima Rp700 ribu perorang.  

“Mungkin di Sumbarhanya Pemkab Solok yang telah melakukan dan membantu honor tenaga penyuluh agama. Kepedulian pemkab perlu diapresiasikarena serius dalam mengembalikan nilai agama dan adat yang terkenal dengan istilah Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK),” ulasnya.

Wabup juga mengajak penyuluh agama untuk terus mensyukuri apa yang telah didapat dari Pemkab Solok. Selain itu, penyuluh hendaknya juga terus meningkatkan kinerjanya dalam menyampaikan penyuluhan agama di Kabupaten Solok. (wan)