29 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Ali Mukhni : Pengesahan RTRW Sangat Penting Bagi Program Pengembangan Padangpariaman

PARITMALINTANG, KP – Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni mengatakan, pengesahan Rencana Tata Ruang dan Wilayah Tahun 2020-2040 sangat penting dilakukan sebagai landasan hukum bagi program pengembangan Kabupaten Padangpariaman di masa mendatang.

Perda RTRW kata Ali Mukhni, sebagai acuan dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), acuan dalam pemanfaatan ruang, acuan lokasi investasi, pedoman tata ruang kawasan strategis dan acuan dalam administrasi pertanahan. “Dalam 10 tahun terakhir, Pembangunan Padangpariaman melaju pesat. Perda RTRW yang baru disahkan disesuaikan perkembangan zaman sesuai potensi wilayah dan tentunya tujuannya meningkatkan PAD,” kata Ali Mukhni yang juga Calon Wakil Gubernur Sumbar itu.

Bupati dua periode itu berhasil membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru pasca gempa 2009 lalu yang memporakporandakan Sumbar. Kondisi geografis strategis yang berada di posisi silang Sumbar, menjadikan Padangpariaman lebih maju dalam pertumbuhan ekonomi.

Kemampuan Bupati Ali Mukhni melobi mega proyek dari Pemerintah Pusat menjadikan Padangpariaman pintu gerbang investasi dan membangkitkan sektor ekonomi. Terdapat klaster-klaster pusat pertumbuhan ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran untuk kesejahteraan masyarakat.

“Tahun 2019, Padangpariaman sebagai daerah pertumbuhan ekonomi tertinggi yatu 6,42 persen. Artinya kerja keras kita menggaet dana pusat sebanyak-banyaknya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan daerah. Sehingga muncul klaster-klaster pertumbuhan ekonomi baru” ujar Alumni Harvard Kennedy School di Amerika Serikat itu.

Disebutkannya, dimulai dari Klaster Pengembangan Terminal II Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sebagai  pintu masuk wisatawan dalam dan luar negeri yang datang ke Sumbar. Dampaknya akan tumbuh hotel atau penginapan, restoran, toko souvenir dan oleh-oleh di sekitar bandara. Kemudian Klaster Politeknik Pelayaran, di mana dulunya hanya tanah terlantar namun disulap menjadi bangunan megah yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Sekarang banyak tumbuh minimarket, laundry, kontrakan dan sebagainya. “Dulu nilai tanah hanya Rp 30 ribu, sekarang Rp 300 ribu saja tidak ada yang mau jual. Dulu banyak yang nganggur, kini sudah jadi petugas keamanan atau petugas kebersihan,” sebut Alumni Lemhanas tahun 2012 itu.

Kemudian lanjutnya, Klaster Asrama Haji. Di mana tahap awal dana yang dikucurkan sudah lebih Rp 100 Miliar untuk satu bangunan yang berjarak 5 kilometer dari BIM yang akan melayani tiga provinsi itu, yakni Sumbar, Jambi dan Bengkulu. Diyakini, operasional asrama haji akan menyerap tenaga kerja dan tentunya tumbuhnya sektor UKMK untuk kebutuhan jemaah haji.

Klaster Stadion Utama di Lubuk ALung, kata Ali Mukhni, sudah dirasakan saat ini. Stadion sebagai lokasi pembukaan MTQ Nasional Tahun 2020 diproyeksikan tuntas November nanti. Konektifitas akses jalan Duku-Sicincin sudah dibenahi. Pastinya sepanjang jalan tersebut akan tumbuh usaha baru, seperti SPBU, bengkel, restoran, penginapan dan lainnya.

Sementara paling terbaru saat ini ungkapnya, adalah Klaster Pembangunan Kawasan Pendidikan Terpadu Tarok City. Luas lahan 697 hektare tersebut diperuntukan untuk Kampus, Diklat dan Rumah Sakit Vertikal. Pembukaan jalan selebar 75 meter dan panjang 3 km sudah dilakukan. “Insya Allah, berdoa kita kepada Allah SWT, Pertumbuhan ekonomi Sumbar ke depan itu ada di Padangpariaman,” kata Ali Mukhni optimis. (war)