18 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Lagi, Ketua KPU 50 Kota Diberi Peringatan

LIMAPULUH KOTA, KP- Untuk kedua kalinya Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Limapuluh Kota, Masnijon, diberi peringatan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Republik Indonesia terkait dugaan Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP).

Sidang pembacaan keputusan itu dibacakan langsung oleh Ketua Bawaslu RI, Muhammad didampingi empat orang lainnya dalam sidang pembacaan 8 perkara dugaan pelanggaran Kode Etik penyelenggara Pemilu diruang sidang DKPP RI, Jakarta Pusat, Rabu 9 September 2020 sekitar pukul 09.30 Wib.

Sidang tersebut juga bisa diakses melalui akun Facebook maupun Chanel YouTube pengadil Pemilu itu. Sidang pembacaan putusan itu dilakukan tanpa kehadiran pengadu yakni Bawaslu Kabupaten Limapuluh Kota maupun teraduyakni Ketua KPU 50 Kota, Masnijon, untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19.

Ketua Bawaslu Kabupaten Limapuluh Kota, Yoriza Asra melalui Komisioner Bawaslu, Ismet Aljannata saat dihubungi, Rabu siang (9/9) menyebutkan, atas kasus dugaan pelanggaran kode etik yang terjadi beberapa lalu itu, DKPP RI yang dipimpim langsung Ketua Bawaslu, Prof. Muhammad dan empat hakim DKPP lainnya memutuskan bahwa, teradu bersalah dan diberi sanksi peringatan.

“Dari putusan DKPP yang dibacakan langsung Ketua DKPP RI, Prof. Muhammad, teradu diberi sanki peringatan,” sebut Ismet Aljannata.

Mantan Ketua KPU Kabupaten Limapuluh Kota periode sebelumnya itu juga menambahkan, pasca pembacaan putusan tersebut, pihaknya berharap dan mengimbau ke depan agar KPU lebih hati-hati dalam bekerja, profesional dan mengacu pada peraturan DKPP tentang kode etik penyelenggara.”Agar lebih hati-hati dalam bekerja dan lebih profesional,” ingat Ismet Aljannata.

Sementara Ketua KPU Kabupaten Limapuluh Kota, Masnijon saat dihubungi untuk diminta tanggapan terkait sanksi yang diberikan DKPP RI terhadap dirinya belum memberikan tanggapan atas putusan sanksi yang jatuhkan DKPP atas dirinya itu. Pasalnya, saat dikontak melalui telepon genggamnya, Masnijon, mengakutengah menggelar rapat pleno. (dst)