9 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

MITIGASI BENCANA PESISIR MELALUI BUDIDAYA VEGETASI PANTAI, Pemko Pariaman Canangkan Tanam 1000 Pohon Pinago

DIREKTUR Mitigasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Johny Sumbung bersama Walikota Pariaman Genius Umar melakukan pencanangan penanaman 1000 pohon pinago di Pantai Desa Pauh Barat, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Rabu (9/9).

Jhony Sumbung mengatakan, penanaman pohon pinago ini merupakan mitigasi struktural secara partisipasif untuk Kota Pariaman.

“Manfaatnya jika terjadi bencana tsunami, maka dapat mengurangi hantamannya kedaratan begitu juga dengan abrasi pantai. Pohon ini merupakan, pohon dengan umur tertua yang berusia sampai ratusan tahun dan ini sebagai percontohan untuk daerah pantai, dan jika ini berhasil mungkin saja pembibitannya bisa dilakukan di tempat lain,” ulasnya.

Lanjutnya, yang jelas pinago ini merupakan pohon khas pantai Pariaman, karena setiap daerah memiliki jenis pohon yang berbeda. Dan paling penting kita memanfaatkan kearifan lokal yang ada di setiap tempat.

“Sekarang kita akan menanam sekitar seribu batang pinago di sepanjang pesisir pantai Pariaman dengan menggunakan anggaran daerah, nantinya untuk pembibitan dapat dibantu masyarakat setempat secara bertahap,” ulasnya.

Ia juga menghimbau, jangan ada penebangan pohon mangrove. Jika sudah ditebang tumbuhnya memakan waktu yang lama, dan mangrove juga merupakan bagian dari mitigasi bencana.”Dengan adanya mangrove dapat menahan abrasi dan memperlambat laju gelombang tsunami,”pungkasnya.

Sementara itu Walikota Pariaman, Genius Umar mengatakan, penanaman secara simbolis vegitasi di pantai untuk mencegah abrasi di pantai, yang kedua kesiap-siagaan dalam menghadapi bencana tsunami yang mana ini merupakan arahan dari Kepala BNPB Letjen. TNI Doni Monardo.

Lanjutnya, kegiatan ini yang telah diarahkan pada Desember tahun lalu, namun karena wabah covid, sehingga rencananya sedikit tertunda.”Arahan dari beliau ketika itu, kita diminta juga untuk melakukan pembibitan bekerjasama melalui Dinas Pertanian dan Kodim/0308 Pariaman, sekarang bibit pinago ini telah tumbuh dengan baik. Dan sekarang kita lakukan penanaman,” jelasnya.

Lebih jauh kata Genius, pohon ini biasanya tumbuh secara alami, yang mana bijinya dibawa oleh burung yang ada ditepi pantai. “Dan sekarang kita lakukan budidaya pembibitan dan pertama kali penanaman,” katanya.

Ia berharap, pohon pinago yang ditanam ini tumbuh dan jika berhasil akan dijadikan program ditingkat pesisir Sumatera. Mudah-mudahan pohon pinago ini membawa nama baik Kota Pariaman ke tingkat yang lebih baik lagi.

“Awal ini kita tanam sebanyak 500 bibit pinago, dari target 1000 bibit. Karena untuk proses pembibitan itu memakan waktu yang cukup lama dan pertama kalinya kita melakukan pembibitan pohon pinago,” jelasnya.

Sedangkan untuk penjagan dan perawatan, pihaknya menyerahkan tanggung jawabnya pada Dinas Perkim dan LH dan BPBD Kota Pariaman. “Saya pikir bisa kita buatkan juga Peraturan Walikota (Perwako)nya mengingat usia pohon ini sampai ratusan tahun, agar tidak ditebangi oleh penduduk yang ada di tepi pantai,” tuturnya.

Kemudian, penanamannya akan dilakukan dibeberapa titik dikawasan pantai yang kosong pohon pinagonya dengan diameter 30-50 m dari tepi pantai. “Dengan cara berlapis tersebut akan dapat menahan abrasi pantai dan sebagai penahan gelombang jika terjadi tsunami,”tutupnya.