PENTINGNYA DEDIKASI APOTEKER DALAM PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT DI PEDESAAN

Ketersediaan tenaga kesehatan yang bermutu dengan jumlah yang memadai sangat penting bagi pembangunan kesehatan di daerah untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan menjadi lebih baik. Departemen Kesehatan Republik Indonesia (Depkes RI) (2009) menyatakan bahwa tujuan pembangunan sektor kesehatan adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang supaya terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Untuk itu, distribusi tenaga kesehatan dan juga pengetahuan generasi muda yang memadai dibutuhkan masyarakat di pedesaansehingga mereka dapat mengerti dan menikmati pelayanan kesehatan yang lebih baik dengan akses yang relatif mudah, perilaku yang jauh lebih sehat, serta minat generasi muda terhadap profesi tenaga kesehatan semakin meningkat.

Tenaga kesehatan adalah orang yang bekerja secara aktif di bidang kesehatan terdiri dari dokter, apoteker, perawat, bidan, ahli gizidan para tenaga kesehatan lainnya. Tenaga kesehatan yang bermutu dengan jumlah yang memadai perlu ditempatkan secara merata sehinggadapat menjamin keterlaksanaan pembangunan kesehatan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Akan tetapi, masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan masih banyak yang belum memahami tentang pentingnya tenaga kesehatan dan profesi kesehatan khususnya profesi apoteker.

Profesi apoteker merupakan salah satu tenaga kesehatan yang sangat penting dan tidak dapat dianggap remeh peranannya. Pemerintah mengatur profesi apoteker ini dalam peraturan pemerintah NOMOR 51 TAHUN 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian. Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud adalah:

  • Pekerjaan Kefarmasian adalah pembuatan termasuk pengendalian mutu Sediaan Farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusi atau penyaluranan obat, pengelolaan obat, pelayanan obat, pelayanan informasi obat, serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional.
  • Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan Sediaan Farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien.

Seorang apoteker dituntut untuk memiliki sifatSeven Star of Pharmacy Plus One yang harus diimplementasikan untuk mengatasi permasalahan kesehatan yang terjadi di daerah pedesaan. Bentuk permasalahan yang sering terjadi di daerah pedesaan sepertikurangnya pengetahuan masyarakat tentang informasi penggunaan obat danbanyaknya masyarakat yangtidak mengenal profesi apoteker. Oleh karena itu, apoteker harus melakukan tindakan dengan melakukandedikasi kepada masyarakat di pedesaandengan membentuk suatu program pengabdian kepada masyarakat seperti farmasi pedesaan.

Farmasi pedesaan merupakan program pengabdian kepada masyarakat desa yang dilakukan oleh apoteker. Farmasi pedesaan bertujuan untuk  meningkatkan  kesadaran akan kesehatan dan potensi alam yang bisa dimanfaatkan sebagai obat sehingga masyarakat pedesaaanmenjadi maju dan sadar akan hidup sehat. Kegiatan yangdilakukanoleh Farmasi Pedesaan meliputi home pharmacy care (seperti swamedikasi obat yang aman dan rasional, penggunaan antibiotik dan lain-lain), apoteker cilik (seperti pengenalan profesi apoteker, pengenalan obat-obatan, pengenalan obat tradisional dan pola hiduo sehat terkait makanan dan minuman, jajanan sehat, bahaya merokok, cuci tangan dengan sabun dan menggosok gigi secara teratur), pengobatan gratis, penyuluhan tentang penyakit-penyakit yang dialami desa tersebut, penyuluhan gizi anak, pendidikan kesehatan bagi anak-anak, penyuluhan mengenai pola hidup sehat dan sanitasi, serta optimalisasi kekayaan alam yang dimiliki desa tersebut untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.

Walaupun keberhasilan yang diperoleh dalam kegiatan ini cukup memuaskan, dalam pelaksanaannya, Farmasi Pedesaan tidak lepas dari kendala-kendala. Kendala yang dihadapi pada umumnya adalah:.

  • Transportasi yang digunakan terkadang tidak dapat menjangkau desa yang dituju karena letak desa cukup terpencil.
  • Keadaan lapangan yang menyulitkan dalam distribusi logistik, obat gratis, dan sumber daya manusia dalam melaksanakan program.
  • Sikap masyarakat desa tujuan yang masih kurang inisiatif untuk menerapkan pengetahuan yang telah diberikan selama program Farmasi Pedesaan.
  • Kendala bahasa dimana masyarakat pedesaan yang dituju pada umumnya masih berbahasa daerah dan kurang lancar berbahasa Indonesia.
  • Ruang penyuluhan yang tidak memungkinkan menampung banyak warga.
  • Kurangnya tenaga medik untuk program pengobatan gratis.

Untuk menghindari kendala-kendala tersebut, maka apoteker harus mempersiapkan ilmu, waktu dan tenaga demi keberhasilan program tersebut. Dengan adanya dedikasi oleh apoteker kepada masyarakat di daerah pedesaan dapat meningkatkan pemahaman kesehatan olehsetiap masyarakatnya. Sehingga masyarakat mengenal profesi apoteker dan peranannya sertamemahami danmengetahui informasi tentangcara penggunaan obat.Untuk seorang apoteker diharapankanuntuk meningkatkan sikap kepeduliannya kepada masyarakat khususnya masyarakat di daerah pedesaan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di pedesaan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pentingnya Peningkatan Kompetensi Apoteker dalam Konseling Obat Pasien Hipertensi

Rab Sep 9 , 2020
PENYAKIT hipertensi Menurut (WHO) adalah suatu keadaan dimana dijumpai tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih untuk usia 13 – 50 tahun dan tekanan darah mencapai 160/95 mmHg untuk usia di atas 50 tahun. Pengukuran tekanan darah minimal sebanyak dua kali untuk lebih memastikan keadaan tersebut. Hipertensi dapat dikelompokan menjadi dua […]