9 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Selain Tingkatkan PAD, Pariwisata Merupakan ‘Urat Nadi’ Perekonomian Masyarakat

BATUSANGKAR, KP – Puluhan pengelola objek wisata se-Kabupaten Tanahdatar mengikuti pelatihan selama lima hari mulai dari Rabu hingga Minggu (9-13/9) di Emersia Hotel Resort Batusangkar. Pelatihan yang digelar Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Tanahdatar itu  dibuka oleh Bupati diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Ermon Revlin.

Dalam kesempatan itu, Ermon Revlin mengatakan, pengelola wisata boleh saja destinasi wisata yang dikelolanya, tetapi jangan mengabaikan protokol kesehatan, seperti cuci tangan sebelum dan sesudah beraktifitas, pakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan jaga kesehatan. “Kabupaten Tanahdatar memang termasuk kabupaten kecil di Sumbar, oleh karena itu destinasi wisata harus tetap kita tingkatkan,” ujarnya.


Dikatakannya, destinasi wisata harus digalakkan karena selain dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga pariwisata itu merupakan urat nadi perekonomian masyarakat, terutama yang tinggal di lokasi wisata. “Terkait Pandemi Covid 19, memang sangat berdampak terhadap pariwisata, namun karena dibolehkan untuk dibuka, akan tetap kita buka, dengan catatan harus tetap menggunakan protokol kesehatan,” tambahnya.


Sementara Kepala Dinas Parpora Tanahdatar, Abdul Hakim mengatakan, jumlah destinasi wisata di Tanahdatar memang cukup banyak mencapai sekitar 150 objek. “Namun yang diunggulkan baru sekitar 12 destinasi wisata,” tukasnya.

Sedangkan Kabid Pariwisata Dinas Parpora Tanahdatar, Efrison melaporkan, pelatihan tata kelola destinasi wisata itu diikuti 40 peserta yang terdiri dari pengelola objek wisata se-Tanahdatar. Selain itu tampil sebagai narasumber, yakni Taufik Ramadhan dari Dinas Pariwisata Sumbar, dan Ridwan Tulus yang merupakan Praktisi Wisata Sumbar. (nas)