9 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

ASN Padangpanjang Puasa Perjalanan Dinas

PADANGPANJANG, KP – Angka orang terpapar Covid-19 di Sumbar terus bertambah setiap hari. Perbandingan dengan sembuh bak siang dan malam.Bahkan cluster covid-19 pun, merengsek ke profesi Aparatus Sipil Negara (ASN) atau cluster perkantoran. Tidak hanya ASN saja, tapi pejabat setingkat pimpinan di daerah tak luput dipapar virus corona.

Sejak Maret, covid-19 ditemukan pertama di Sumbar, Pemerintahan Kota Padangpanjang terus mengikuti ketentuan penanganan covid-19, seperti protkol kesehatan dan panduan penangan pandemi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Padangpanjang pun menjadi kota dengan persentase traching dan testing swab tertinggi di Sumbar.

Tidak itu saja ternyata, sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dari jilid satu sampai tiga, ASN dan pejabat serta kepaladaerah ‘kota serambi makkah’ ini sudah puasa panjang dari yang namanya perjalanan dinas keluar daerah Sumbar.

“Tidak melakukan perjalanan dinas ke luar provinsi, itu tidak untuk ASN saja tapi pimpinan di kota ini juga puasa melakukan perjalanan dinas luar provinsi,” ujar Walikota Padangpanjang Fadly Amran kepada media baru baru ini.

Fadly memastikan hingga hari ini, sejak covid-19 mewabah termasuk meledak dengan cluster RSUD Padangpanjang dulu itu, tidak ada ASN, pejabat dan pimpinan keluar daerah dengan biaya perjalanan dinas dari APBD Padangpanjang.

“Kebijakan ini diberlakukan untuk mencotohkan kepatuhan kepada masyarakat Padangpanjang. Juga untuk mengantisipasi ASN menjadi virus carier dan menyebar serta muncul cluster baru lagi di kota kami,” ujar Fadly.

Apalagi kondisi terkini, silent spreader dan orang tanpa gejala semakin banyak.“Kami, Padangpanjang mengalami terpapar covid-19 karena dunsanak dari luar Sumbar yang datang tidak mengikuti aturan pencegahan covid-19, yang ditetapakan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Padang Panjang,” ujar Fadly Amran.

Puasa panjang perjalanan dinas keluar Sumbar, ASN dan pejabat di Pemko Padangpanjang, kata Fadly, adalah bagian dari komitmen untuk bersama melawan dan memutus rantai penyebaran covid-19. Ternyata juga mengefesienkan keuangan daerah.

“Efesien, efektif dan bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk pemulihan ekonomi pasca covid-19. Kalau untuk berkoordinasi fasilitas meeting zoom dan meeting virtual sangat memadai,” ujar Fadly.

Bahkan dua minggu terkahir eskalasi covid-19 Padang Panjang terus menaik, tak ayal Walikota Padangpanjang, Fadly Amran pun menerbitkan Instruksi Walikota tentang penghentian sementara kegiatan pesta perkawinan, kegiatan olahraga melibatkan banyak orang, dan meniadakan kerumunan warga.

“Kita menerbitkan instruksi, telah berkoordinasi dengan Forkompida dan meminta bantuan pihak TNI dan Polri untuk menegakan instruksi ini,” ujar Fadly.

Fadly Amran dan stakeholder di Kota Padangpanjang memang bertungkuslumus (berjuang keras-red) melawan covid-19 dan memastikan pemerintahan selalu ada bersama rakyat, dalam menghadapi wabah covid-19. Bahkan tercatat pemberian BLT Tunai maupun Non Tunai Padang Panjang termasuk terbaik dan terbuka serta inten untuk warganya. (rel/kom)