18 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Kampanye di Masa Pandemi, Prokes Harus Dilaksanakan

SOLOK, KP – Bupati Solok H. Gusmal, mengikuti video conference tentang Pilkada Serentak tahun 2020 bersama Menkopolhukam RI di Guest House Arosuka, Rabu sore (9/9). Dari Kabupaten Solok, vicon tersebut diikuti Sekda Kabupaten Solok Aswirman, Kapolres Solok Arosuka, AKBP Azhar Nugroho dan lainnya. Sedangkan dari pusat, ikut bergabung Mendagri, Kapolri, Panglima TNI, Ketua KPU, Ketua Bawaslu, Kepala BNPB, Kejaksaan Agung, Kepala BIN dan lainnya.

Dari vicon tersebut, diambil kesimpulan bahwa perlu dilakukan sosialisasi tentang peraturan Bawaslu No. 4 Tahun 2020 yang dikaitkan dengan inpres No. 6 Tahun 2020. Di mana sejauh menyangkut penjatuhan sanksi, maka ada sifat administratif dengan pendekatan persuasif.

“Untuk hukuman pidana merupakan pilihan akhir dalam menegakkan disiplin protokol kesehatan (prokes) nantinya. Pedomani undang-undang yang sudah ada saat di lapangan, khususnya dalam menegakkan disiplin protokol kesehatan,” sebut Mendagri RI, Tito Karnavian.

Untuk itu jelas Mendagri, KPU dan Bawaslu perlu segera mengumpulkan para kontestan dan tim pemenang parpol di daerah-daerah yang menyelenggarakan Pilkada untuk menegaskan pelaksanaan peraturan menyangkut protokol kesehatan dengan berbagai konsekuensinya.

Pihaknya berharapsaat rapat-rapat koordinasi forkopimda juga terus ikut menghadiri. Di mana akan ada momen-momen tertentu yang akan memancing hadirnya masa, sehingga disarankan untuk melaporkan kepada unsur terkait/berwenang dalam menjaga ketertiban/keamanan masa. Khususnya untuk menjaga agar protokol kesehatan berjalan dengan baik.

Lanjutnya, teknis pelaksanaan pilkada nantinya akan terus dikoordinasikan dengan KPUD atau KPU sesuai tingkatan di daerah dengan didampingi Bawaslu. Sedangkan hal menyangkut pengamanan Pilkada nanti/penegakan disiplin dan hukum akan dikoordinasikan dengan Kapolda/Kapolres di tingkat daerah masing-masing.

“Saat ini kita sedang mendiskusikan mengenai kemungkinan-kemungkinan penjatuhan sanksi atas pelanggaran-pelanggaran dalam pelaksanaan pilkada,” sebutnya.

Sementara Bupati Gusmal usai mengikuti vicon meminta sesama elemen masyarakat dan peserta pilkada untuk mematuhi aturan dan menjaga jarak pada saat kampanye nanti. “Saat ini Covid-19 semakin meluas dan kita belum tahu kapan akan berakhirnya. Untuk itu, kepada semua warga Kabupaten Solok dan juga para pendukung paslon, agar mematuhi protokol kesehatan dengan cara menjaga jarak dan pakai masker,” tutur Bupati.


Ia juga mengimbau agar dalam bersosialisasi tidak mengumpulkan masa terlalu banyak yang bisa menimbulkan munculnya covid-19. (wan)