KASUS DUGAAN KORUPSI DANA INFAK MASJID RAYA SUMBAR, Berkas Dinyatakan Lengkap, Tersangka YR Segera Disidang

PADANG, KP – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Sumbar menyatakan berkas kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana infak Masjid Raya Sumbar dan APBD Biro Bina Mental dan Kesra Setdaprov Sumbar tahun 2019yang menjerat oknum ASN berinisial YR dinyatakan telah lengkap.Kasi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sumbar Yunelda mengatakan selanjutnya akan disiapkan berkas-berkas lain, salah satunya surat dakwaan.

Kepada wartawan, Kamis (10/9), Yunelda menerangkan kasus itu terjadi saat tersangka menjabat sebagai bendahara pengeluaran pembantu pada Biro Bina Sosial dan Kesra Setprov Sumbar tahun 2010-2019, Bendahara Masjid Raya Sumbar tahun 2014-2019,bendahara Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Tuah Sakato 2014-2019, dan pemegang kasPHBI 2014-2019.

“Pada saat itu diduga telah terjadi tindak pidana korupsiyang mana tersangka memperkaya diri sendiri atau menyalahgunakan kewenangan,” jelasnya.

Selama menjabat, tersangka diduga melakukan penyimpangan yang merugikan negara sebesar Rp1.754.979.804berdasarkan laporan inspektorat Sumbar. Rinciannya, dugaan penyalahgunaan uang infak masjid Raya Sumbar tahun 2014-2019 sebesar Rp857.677.897, penyimpangan dana UPZ Tuah Sakato tahun 2018sebesar Rp375.000.000, uang persediaan pada Biro Binsos dan Kesra APBD 2019 sebesar Rp799.094.158, dan sisa uang PHBI 2018 sebesar Rp98.207.749.

Terpisah, Kasi Intel Kejari PadangYuni Hariamanmembenarkan pihaknya telah menerima pelimpahan berkas kasus tersebut. Selanjutnya berkas akan dikirimke pengadilan.

Seperti diberitakan sebelumnya, oknum ASN Pemprov Sumbar berinisial YRditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyelewangan dana infak Masjid Raya Sumbar dan APBD Biro Bina Mental dan Kesra Setdaprov Sumbar tahun 2019 oleh Kejaksaan Tinggi Sumbar, Jumat silam (19/6).

YR diduga telah menyelewengkan dan melakukan tindak pidana korupsi (Tipikor), pada empat item dana antara lain infak Masjid Raya Sumbar, dana Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Tuah Sakato tahun 2018, dana sisa Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) tahun 2018, dan dana APBD Biro Bina Mental dan Kesra Setdaprov Sumbar tahun 2019.

Berdasarkan surat perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar Nomor P435/L.3/FD.1/06/2020 tanggal 19 Juni 2020, Kejaksaan Tinggi Sumbar telah melakukan upaya paksa penahanan terhadap YRN di Rumah Tahanan (Rutan) Anak Air Padang.

Penahanan tersebut telah mempertimbangkan dua alasan, subjektif dan objektif. Alasan subjektif, tersangka dikhawatirkan melarikan diri, mengurangi, dan merusak barang bukti. Alasan objektif, karena tersangka terancam pidana lima tahun penjara.

Kasus ini berawal dari laporan Kepala Biro Bina Mental Setdaprov Sumbar kepada Kejati Sumbar. Informasi yang terungkap ke publik, penyelewengan infak Masjid Raya Sumbar dan dana APBD Biro Mental dan Kesra Setdaprov Sumbar tahun 2019 ini diduga dilakukan oknum ASN Biro Bintal dan Kesra Setdaprov Sumbar berinisial YR.

Tersangka diduga menilap empat item, hal itu bisa dilakukan YR dengan leluasa karena menjabat selaku Bendahara Pengeluaran Pembantu pada Biro Bina Mental dan Kesra Setdaprov Sumbar tahun 2010-2019, Bendahara Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Tuah Sakato sekaligus Bendahara Masjid Raya Sumbar tahun 2014-2019. (frd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Prediksi Timnas U19 Indonesia vs Arab Saudi U-19: Jadwal & Klasemen

Kam Sep 10 , 2020
ZAGREB, KP – Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 melakoni laga terakhirnya dalam turnamen mini empat negara melawa Arab Saudi U-19, Jumat malam nanti (11/9) mulai pukul 21.30 WIB. Ini kesempatan bagi Garuda Muda mengukur kekuatan lawan jelang Piala Asia U19 2020 di Uzbekistan. Baik Timnas Indonesia U19 maupun Arab Saudi […]