24 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Terima Tongkat Komando, ‘Putra Canduang’ Brigjen TNI M Hassan Resmi Jabat Danjen Kopassus

JAKARTA, KP – Urang awak kembali memimpin korps pasukan elit di Indonesia, Kopassus (Komando Pasukan Khusus). Setelah Letjen TNI Dony Monardo yang merupakan putra asli Nagari Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar, kali ini putra Minang asal Canduang, Kabupaten Agam diamanahi jabatan sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus.

Hal itu ditandai dengan upacara penyerahan tongkat komando DanjenKopassus dari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa kepada Brigjen TNI Mohammad Hassan, di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (10/9).

Dalam sambutannya, Cantiasa berpesan kepada para prajurit agar tetap memegang teguh dan tak lupa untuk meningkatkan potensi yang ada di diri masing-masing. Menurutnya, hal itu diperlukan karena ke depannyaakan lebih banyak tantangan yang harus diselesaikan.

“Untuk itu tetaplah berlatih dan berlatih sehingga Kopassus dalam kondisi siap manakala tugas negara memanggil untuk mendarma baktikan,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Danjen Kopassus yang baru Brigjen TNI Mohommad Hassan menuturkan banyak gagasan yang telah ditingkatkan oleh I Nyoman Cantiasa selama menjabat Danjen Kopassus yang ke-31. Ke depannya, dia mengaku akan melanjutkan gagasan yang belum dengan tujuan lebih memajukan Kopassus.

Ia juga menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa atas pelaksanaan tugas dan pengabdianya sebagai Danjen Kopassus dalam kurun waktu satu tahun lebih ini.

Untuk diketahui, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa dimutasi oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dari Danjen Kopassus menjadi Pangdam XVIII/Ksr. Posisinya digantikan Brigjen TNI Mohamad Hasan yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Komandan Jenderal (Wadanjen) Kopassus.

PROFIL BRIGJEN TNI MOHAMMAD HASSAN

Mohamad Hasan merupakan ‘urang awak’ kelahiran Bandung. Kampung halamannya di Candung, Kabupaten Agam.Pria kelahiran 13 Maret 1972 itupernah mengenyam pendidikan di kampung halamansejak kelas 2 SMP hingga SMA.

Dikutip dari langgam.id, Mohammad Hassan pindah ke Candung saat kelas 2 SMP dan melanjutkan SMA di IV Angkat Candung. Ia merupakan sosok yang tegas, tapi humoris. Saat sekolah, Hasan kerap disapa dengan panggilan akrab ‘Doel’. Dia jago dalam menulis surat cinta dan puisi. Uniknya, seperti dituturkan sahabatnya Indrawadi Mantari, Hasan tak pandai pacaran saat SMAtapi justru mahir bikin surat cinta. Selain itu ia juga pintar menulis puisi. Bakatnya dalam tulis-menulis itu membuatnya bercita-cita menjadi wartawan dan ingin kuliah jurusan Jurnalistik di Unpad. Namun, garis takdir membawanya melanjutkan pendidikan di Akademi Militer setelah lulus SMA. 

“Saya awalnya bercita-cita ingin jadi wartawan. Kebetulan saat itu saya lagi hobi-hobinya menulis. Tapi waktu lulus SMA saya mencoba mendaftar Akabri dan setelah seleksi panjang selama dua bulan akhirnya diterima. Dari 45 orang pengiriman dari Sumbar, yang diterima cuma 12 orang,” ungkap Mohammad Hasan.

Meski telah menjadi tentara, namun kesukaannya dalam menulis tak luntur. Bahkan ia menerbitkan sebuah buku yang berjudul ‘Catatan 02’. Buku itu ditulis saat masih menjabat sebagai Wakil Komandan Grup 2/Sandi Yudha Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura.

Selama bertugas di pasukan elite TNI AD, abituren Akademi Militer (Akmil) 1993 dari kecabangan Infanteri (Kopassus) ini telah menjalani berbagai operasi, di antaranya Operasi Timor Timur (1995), Operasi Irian Jaya (1999) dan Operasi Nemangkawi pada 2019 lalu.

Tidak hanya itu, Mohamad Hasan juga memiliki segudang pengalaman tugas di luar negeri seperti di Tiongkok (1996, 2002, 2005, 2016 dan 2017), Malaysia (1996, 2016 dan 2017), Jepang (2003, 2006 dan 2016), Vietnam (2003 dan 2006). Termasuk di Negara-negara Eropa seperti Perancis (2003 dan 2006), Yunani (2003), Belgia (2005, 2006 dan 2016), Turki (2016 dan 2017), USA, Jerman, Inggris, Belanda, Rusia, Iran, India, Laos, Korea Selatan, Filipina (2016) Australia (2017). Adapun jenjang pendidikan yang pernah ditempuh antara lain, Sarcabif pada 1994, Selapa pada 2001 dan Seskoad tahun 2007. S-1 Hukum pada 2014.

Selama meniti karirnya di dunia militer, sejumlah jabatan strategis juga pernah diembannya yakni, Komandan Unit Grup 1/Para Komando Kopassus, kemudian Komandan Peleton Grup 1/Para Komando Kopassus, Komandan Kompi Grup 1/Para Komando Kopassus, Kasi Intel Grup 1/Para Komando Kopassus, Komandan Batalyon Infanteri Raider Khusus 114/Satria Musara (2009-2011), Komandan Kodim 0104/Aceh Timur (2011-2013), Wakil Asisten Personel Komandan Jenderal Kopassus (2013). Selain itu, Wakil Komandan Grup 2/Sandi Yudha Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura (2013-2014), Asrena Paspampres (2014-2016), Komandan Grup A Paspampres (2016-2018), Komandan Komando Resor Militer 061/Surya Kencana. Kemudian, pada 22 Januari 2019 mengemban amanat sebagai Wakil Komandan Jenderal (Wadanjen) Kopassus dan setahun kemudian ia menjabat sebagai Danjen Kopassus. (trb/lgm)