21 Juni 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Cemburu BerujungMaut, Seorang Pria Tewas Dikeroyok

PAYAKUMBUH, KP -Tragis! Gara-gara terbakar api cemburu karena pacarnya diganggu, warga Kelurahan Tigo Koto Diateh, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh berinisial AMD (20 tahun) bersama empat temannya mengerooyok seorang pemuda hingga twas.

Peristiwa pengroyokan membawa maut itu terjadi di Kota Payakumbuh Senindinihari lalu (7/9) sekitar pukul 03.00 WIB, di Simpang Empat Parik, Kelurahan Napar, Kecamatan Payakumbuh Utara, tidak jauh dari sebuah SLTP negeri.

Peristiwa tersebut bermula saat tersangka AMD cekcok dengan pacarnya berinisial YRkarena wanita pujaannya itu terus diganggu oleh korban berinisial WA (23 tahun), warga Jorong Talang, Nagari Talang Maua, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota.

Pelaku kemudian

Percekcokan antara kekasih itu diketahui oleh sejumlah rekan AMD. Karena tak senang, AMD bersama empat temannya BRP (17 tahun), MI (17 tahun) juga beralamat di Kelurahan Tigo Koto Diateh serta IP (18 tahun) dan RMR (17 tahun) beralamat di Kelurahan Napar, mereka berniat mengelabui korban dan mengajaknya bertemu.

Dengan membajak media sosial Facebookmilik YR, para tersangka chating dengan korban WA dan mengajak ketemuan.Korban tak menyangka jika yang chating dengannya adalah para tersangka. Bersama seorang temannya, korban menyanggupi permintaan para pelaku yang menyamar sebagai YR untuk bertemu di suatu lokasi.

Namun, itulah hari terakhir bagi korban WA. Sesampai di lokasi, korban bukannya bertemu dengan YA, justru hantaman balok kayu yang diterimanyadari kelima perlaku.Terkena pukulan keras dibagian kepala, korban langsung tak berdaya. Ia terkapar berlumuran darah. Sementara rekannya berhasil melarikan diri dan meminta bantuan warga sekitar.

Meski sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawa korban tak berhasil diselamatkan. Ia menghembuskan nafas terakhir di salah satu rumah sakit swasta di Payakumbuh.

Keluarga korban yang tak terima dengan kejadian itu melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian. Perburuan pun dilakukan Team Cheetah Satreskrim Polres Payakumbuh dansatu persatu tersangka berhasil dibekuk.

“Setelah menerima laporan dari keluarga korban, kita langsung melakukan perburuan terhadap para pelaku,” ungkap Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira didampingi Wakapolres Kompol Jery, Kasat Reskrim AKP M. Rosidi, Kasubag Sumda Kompol Russiwan, KBO Satreskrim Iptu Eridal, serta Kanit Ipda Aiga Putra, Jumat (11/9), saat menggelar pers relis kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia tersebut.

Polisi berhasil meringkus tersangka AMD di Kelurahan Tigo Koto Diateh pada 8 September. Tak lama kemudian, dua tersangka lainnya yakni BRP dan MI berhasil diciduk dekat jembatan Ratapan Ibuah Payakumbuh. Sedangkan IP dan RMR memilih menyerahkan diri kepada polisi pada Kamis (10/11).

AKBPAlex Prawira menyebut pihaknya telah mengamankan Barang Bukti (BB) dua unit sepeda motor, handphone, dan tiga potong kayu yang diduga digunakan untuk memukul korban.

“Berdasarkan pengakuan tersangka, aksi itu dilakukan karena kesal korban telah menganggu pacarnya yang terlihat dari percakapan di media sosial Facebook antara korban dengan pacar tersangka YR,” tutur kapolres.

AKBPAlex Prawira yang baru beberapa hari menjabat sebagai orang nomor satu di Polres Payakumbuh itumenghimbau agar para orangtua untuk melakukan pengawasan ketat dan memberikan edukasi kepada anak-anaknya . Termasuk untuk tidak membiarkan anak ke luar rumah saat larut malam untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diiginkan. (dst)