Pemkab Padangpariaman Ajukan Proposal Senilai Rp 193 Miliar ke BNPB Pusat

PARITMALINTANG, KP – Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni mengatakan, proposal program rehabilitasi dan rekonstruksi bencana sudah diproses di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hal tersebut ia sampaikan setelah mendapat laporan dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Budi Mulia, di Kayu Tanam, Kamis (10/9).

“Alhamdulillah, doa kita dijabah Allah SWT, proposal senilai Rp 193 miliar yang diajukan BNPB sudah ditindaklanjuti. Selanjutnya kita verifikasi dan tinjauan lapangan bersama tim pusat, apakah secara daring atau tatap muka,” ujar Bupati yang dikenal jago lobi menggaet dana pusat itu.

Calon Wakil Gubernur Sumbar itu menjelaskan, kegiatan rehab rekon yang diusulkan tersebar di 21 titik lokasi yang terdiri dari infrastruktur jalan, jembatan, penanggulangan banjir dan lainnya. Di antaranya Jembatan Lubuk Napa di Padang Sago, Penanggulangan banjir di kawasan pasar Sungai Limau dan beberapa ruas jalan yang dilanda longsor atau tanah terban.

“Tentunya kita berkomunikasi intens dengan BNPB serta melibatkan tokoh ranah dan rantau untuk mendukung proposal kita. Supaya segera diturunkan dana secara bertahap,” kata Peraih Penghargaan sebagai Pembina Terbaik Penanggulangan Bencana itu.

Sementara Kepala BPBD Budi Mulia, membenarkan bahwa proposal yang diajukan telah direspon BNPB. “Proposal sudah diinput di sistem, tentunya berkat hubungan harmonis Bupati dengan Pemerintah Pusat,” kata Mantan Plt. Kadis Pekerjaan Umum itu.

Kemudian dia menyampaikan, Padangpariaman ditunjuk sebagai pilot project penyusunan Rencana Kontinjensi Penanganan  Bencana. Tujuannya Kata Budi, untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta membangun komitmen bersama antar lembaga pelaku penanggulangan bencana. “Program BNPB Pusat ini satu-satunya di Sumbar, yaitu Padangpariaman. Jadi seluruh pemangku kepentingan terlibat aktif penanganan bencana,” ujar Alumni Magister Engineering Universitas Gajah Mada itu.


Satu lagi program yang tak kalah penting lanjutnya, yakni pembinaan nagari di wilayah pesisir terhadap bencana tsunami. Pihak BNPB, tambah Budi, akan membina 10 nagari di daerah pantai yang ada di Padangpariaman. Pembinaan dilakukan selama tiga bulan dan diharapkan menjadi Nagari Tangguh Bencana. “Tahun lalu, kita dapat Rp 25 Miliar dari BNPB untuk membangun Jembatan Sikabu Lubuk Alung. Kita berdoa kepada Allah SWT, agar kembali meraih dana pusat untuk penanggulangan bencana” tukasnya. (war)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

KPU Pasbar Utus Tim Klarifikasi dan Verifikasi Berkas Balon Kepala Daerah ke KPK

Jum Sep 11 , 2020
SIMPANGEMPAT, KP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) melakukan klarifikasi dan verifikasi faktual berkas calon ke sejumlah daerah. Klarifikasi dan verifikasi itu adalah salah satu tahapan yang wajib dilakukan KPU dalam Pemilihan Serentak Tahun 2020, terhadap sejumlah berkas calon yang diragui keabsahannya. Klarifikasi berkas tersebut dilakukan dengan […]