21 Juni 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Polres Payakumbuh Ungkap 36 Kasus Narkoba

PAYAKUMBUH, KP- Meskipun berbagai upaya pencegahan dan sosialisasi terkait bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, ternyata upaya tersebut belum berhasil menekan meningkatkatnya kasus kejahatan narkoba di wilayah hukum Polres Payakumbuh.

Mirisnya, penyalahgunaan dan peredaran gelap barang haram tersebut justru terus terjadi dan bahkan melibatkan kalangan remaja, anggota keluarga, termasuk pasangan suami istri.

Kapolres Payakumbuh, AKBPAlex Prawira melalui Kasat Resnarkoba, IPTU Desneriketika diminta keterangannya terkait tingkat penyalahgunaan narkoba dan pengungkapan kasus barang terlarang itu di wilayah hukumnya, baru-baru ini menyebutkan, sejak Januari hingga September 2020, jajaran Polres Payakumbuh telah berhasil mengungkap 36 kasus narkoba di daerah ini.

“Penyalahgunaan dan peredaran narkoba tersebut terdiri dari kasus narkoba jenis sabu-sabu, ganja dan psikotropika atau obat-obatan terlarang,” ujar Kasat Resnarkoba, IPTU. Desneri.

Menurut perwira polisi yang pernah bertugas di Kabupaten Tanahdatar dan Kabupaten Agam itu menyebutkan, dari puluhan kasus itu, Tim Gagak Hitam Satresnarkoba Polres Payakumbuh berhasil membekuk 38 orang tersangka dari berbagai profesi baik laki-laki maupun perempuan dan mereka merupakan warga Kota Payakumbuh, kabupaten Limapuluh Kota atau pun warga dari luar Kota Payakumbuh.

“Sementara untuk barang bukti (BB) yang berhasil diamankan selama sembilan bulan tersebut cukup banyak yakni daun ganja kering mencapai 19.474.97 gram atau sekitar 20 kilogram. Jenis sabu-sabu sebanyak 114.87 gram serta 60 butir pil ektasi,” ujar IPTU. Desneri.

Untuk menekan angka kejahatan penyalahgunaan dan peredaran narkoba di daerah ini, harap Kasat Resnarkoba, IPTU Desneri, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari orang tua, Ninik Mamak, Bundo Kanduang, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan lembaga-lembaga ada di Kelurahan untuk berperan aktif mencegah terjadinya kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba di daerah ini.

“Jika ada tindak tanduk atau aktifitas mencurigakan terkait adanya dugaan terjadinya penyalahgunaan dan peredaran narkoba di lingkungan masyarakat kita, segera memberikan informasi kepada pihak kepolisian untuk dilakukan pemberantasan,” pungkas IPTU. Desneri. (dst)