14 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Syekh Ali Jaber Ditusuk Orang tak Dikenal

JAKARTA, KP- Ulama Syekh Moh Ali Jaber ditusuk orang tak dikenal saat mengisi kajian di Masjid Falahuddin, Tamin, Tanjungkarang, Pusat, Bandarlampung, Minggu sore (13/9). Syekh Ali Jaber mengalami luka pada bagian atas tangan kanannya.

Peristiwa berawal saat Syekh Ali Jaber baru saja meminta seorang anak untuk maju ke atas panggunguntuk tes bacaan Alquran karena itu acara wisuda hafalan Alquran. Ketika selesai, keluarga minta foto. Tiba-tiba ada seseorang pemuda lari ke atas panggung dan menusukkan pisau ke arah Syekh Ali Jaber. Ia sempat menangkis tusukan pemuda tidak dikenal itu sehingga pisau mengenai lengan kanannya.

Setelah itu, Syekh Ali Jaber dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk diberikan pertolongan dan mendapat 10 jahitan pada luka di tangan bagian kanan atas.

Masyarakat yang hadir langsung menangkap lelaki yang melakukan penusukan terhadap Syekh Ali Jaber. Aparat kepolisian kemudian mengamankan pelaku.

Kapolsek Tanjungkarang Barat AKP Dvid Jacson menyatakanpelaku sudah diamankan polisidan sedang menjalani pemeriksaa.

Kejadian tersebut mengejutkan jemaah yang hadir pada acara Wisuda Alquran tersebut. Sebagian jemaah berteriak, terutama kaum ibu dan remaja putri yang menyaksikan langsung perisitwa di panggung kehormatan tersebut.

“Tiba-tiba saja lelaki itu naik panggung dan menghunuskan pisaunya ke arah syaikh. Semua terkejut histeris,” kata Wati, jamaah remaja putri.

PROFIL SYEKH ALI JABER

Pria kelahiran Madinah Arab Saudi ini berkeliling Indonesia demi syiar Islam. Penyampaian dakwahnya menyejukkan. Apalagi ia seorang penghapal Alquran. Berkat ketulusannya berdakwah di tanah air, Syekh Ali Jaber menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Namanya pun masuk jajaran penceramah agama papan atas Indonesia.

Pemilik nama lengkap Syekh Ali Saleh Muhammad Ali Jaber ini lahir di Madinah, Bulan Februari 1976. Ia anak pertama dari 12 bersaudara dan menikah dengan Umi Nadia, wanita Indonesia asal Lombok, NTBdan dikaruniai seorang anak bernama Hasan.

Pada usia 10 tahun, Syekh Ali Jaber sudah menghapal 30 juz Alquran. Bahkan sejak usia 13 tahun, ia  diamanahkan menjadi imam masjid di salahsatu masjid di Kota Madinah.

Ia mendapatkan pendidikan formal dari ibtidaiyah hingga aliyah di Madinah. Setelah lulus sekolah menengah, ia melanjutkan pendidikan khusus pendalaman Alquran kepada tokoh dan ulama ternama yang berada di Madinah dan luar Madinah, Arab Saudi.

Pada tahun 2008, saat berusia 32 tahun, Syekh Ali Jabar terbang ke Indonesia. Ia menuju ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Di sini ia menjadi guru tahfidz (hapalan) Quran, imam salat, khatib di Masjid Agung Al-Muttaqin Cakranegara Lombok, NTB, Indonesia.

Kariernya berlanjut saat ia diminta menjadi Imam salat tarawih di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta. Selain ituia juga menjadi pembimbing tadarus Quran dan imam Salat Ied.

Kehadiran Syekh Ali Jaber ternyata mendapat sambutan yang sangat baik oleh masyarakat Indonesia. Dakwahnya yang menyejukkan, penyampaiannya sangat rinci, dan berisi dengan ayat-ayat Alquran dan hadits. Ia mulai sering dipanggil keliling Indonesia untuk syiar Islam.

Berkat ketulusannya berdakwah, ia mendapat penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pada tahun 2011, ia resmi menjadi WNI. Sejak itu ia rutin mengisi acara ‘Damai Indonesiaku’ di TvOne dan menjadi juri Hafizh Indonesia di RCTI.

Untuk menyiarkan Islam lebih efektif dan melahirkan para penghapal Alquran di Indonesia, ia mendirikan Yayasan Syekh Ali Jaber di Jatinegara, Jakarta. Popularitas Syekh Jaber tak kalah dengan penceramah ternama Indonesia lainnya. Meski sudah tenar lewat media, ia tetap berendah hati. Ia masih berkeliling menjadi khatib Jumat di masjid-masjid kecil di pelosok kota dan daerah.

KARIER

Penceramah dan Imam masjid di Madinah

Guru Tahfidz Al-Qur’an di Islamic Centre, Masjid Agung Al-     Muttaqin,Cakranegara Lombok NTB

Imam Besar dan Khatib di Masjid Agung Al- Muttaqin Cakranegara, Lombok     NTB

Imam Salat Tarawih, Imam Sholat Idul Fitri,  Masjid Agung, Jakarta

Pengajar di Pesantren Tahfidz Al- Qur’an Al- Asykar Puncak Jawa Barat

Muballigh Majelis Taklim di Jakarta dan sekitarnya

Menjadi Juri di acara Hafiz, RCTI

Pengisi Acara Damai Indonesiaku,TvOne