19 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Terima Video Call dari Presiden Jokowi, Guru SMPN 7 Padang Kaget

PADANG, KP – Seorang guru SMPNegeri 7 Padang, Rika Susi Waty, mendadak menjadi perbincangan. Pasalnya, guru mata pelajaran matematika itu berbincang-bincang dengan orang nomor satu di republik ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui sambungan video call.

Percakapan Rika dengan Jokowi itu juga ditayangkan di akun YouTube Sekretariat Presiden. Hingga kini video berdurasi 4 menit 10 detik itu telah ditonton ratusan ribu orang.

Perbincangan antara Rika dan Jokowi tersebut terkait belajar online para siswa yang telah dilaksanakan kurang lebih enam bulan belakangankarena pandemi corona.

Rika yang berdomisili di kawasan Asmara Polisi Lolong, Kota Padang, itu sama sekali tidak menyangka akan dihubungi Jokowi. Semua itu terjadi secara dadakan tanpa sepengetahuannya. Ia mengungkapkan percakapannya dengan Jokowi itu dilakukan pada 2 September lalu. Saat itu, Rika sedang berada di SMPN 7 Padangmelakukan aktivitas sehari-harinya sebagai seorang guru. Awalnya, seorang dari Kementerian yang pertama sekali menghubunginya. Nomornya tidak dikenalinya. Ketika diangkat, dia pun menanyakan maksud dan tujuan.

“Saya angkat, dan saya tanyakan dengan siapa dan ada apa? Yang menelpon katanya dapat nomor saya dari kementerian dan dia meminta izin untuk video call,” jelas Rika dikutip dari Langgam.id, Minggu (13/9).

Saat itu orang yang menelepon tersebut hanya meminta dirinya agar sedikit rapi. Kemudian sekitar pukul 13.30 WIB ditelepon lagi dan dikatakan sinyal kurang bagus dan direncanakan untuk diulangi lagi.

“Pukul 14.00 WIB saya kembali ditelepon dan dikatakan ada yang mau berbicara sama saya,” ungkap Rika.

Ternyata, orang yang ingin berbicara dengan Rika tersebut adalah Presiden Indonesia, Joko Widodo. Rika saat itu mengaku sangat kaget karena tidak menyangka hal itu terjadi.

Dalam video yang diterbitkan di YouTube Sekretariat Negara tersebut terlihat Jokowi mengenakan kemeja putih sambil memegang handphone. Juga terlihat Jokowi membuka maskernyakemudian menyapa seseorang perempuan yang berada di layar handphone-nya.

“Saat melakukan video call itu, saya sedang berada di ruangan saya di sekolah. Saya juga ada beberapa tamu orangtua murid ketika itu,” ucap Rika.

Rika mengakudirinya tak menyangka bahwa percakapannya dengan Jokowi ternyata direkam di Istana Kepresidenan. Bahkan, ketika kamera handphone yang dipegang Jokowi diputar begitu banyak kamera terlihat.

Keluarga Rika awalnya juga tak percaya bahwa ia telah dihubungi oleh Presiden. Suami Rika, Herit Syah yang juga seorang anggota polisi berpangkat AKP dan menjabat sebagai Kasat Reserse Narkoba di Polres Pariaman mengira istrinya tersebut lagi nge-’prank’.

“Anak-anak saya mengatakan kalau saya nge-’prank’. Namun setelah melihat video itu baru mereka percaya. Anak-anak bimbingan saya juga melihat, tapi setelah itu saya tidak kepikiran lagi. Malam setelah video diupload saya dikirim dan banyak yang kirim juga video di YouTube sehingga saya kaget,” ujarnya.

Rika mengakui, sampai saat ini reaksi rekannya dan orang terdekat sangat positif. Mereka bangga dan bahagia bahwa ada guru SMPN 7 Padang yang sudah bisa bicara langsung dengan Presiden.

“Banyak orangtua dan guru-guru mengucapkan terimakasih karena sudah mewakili perasaan bagaimana keinginan proses belajar langsung. Saya tidak menyangka ini akan viral,” katanya.

BICARA APA ADANYA

Rika mengatakan apa yang dibicarakan dengan Jokowi itu apa adanya dan sesuai dengan apa yang terjadi saat ini, sebagaimana yang dirasakan para guru dan siswa dalam situasi pandemi corona. Dikatakannya kepada Jokowi, saat ini masih ada anak didiknya yang tidak memiliki handphone untuk belajar secara online. Bahkan, ada orangtua yang menangiskarena handphone miliknya rusak karena digunakan bergantian untuk bekajar online oleh anak-anaknya.

Meskipun demikian, Rika bersyukur dapat bantuan dari sebuah bank bagi pelajar yang kurang mampusehingga dapat membeli handphone. Masing-masing siswa, mendapatbantuan sebesar Rp2 juta.

“Kita beli Handphone Android yang murahtapi bisa dipakai,” jelas Rika.

Ia berharap pandemi corona ini segera berlalusehingga proses belajar mengajar dapat dilakukan secara tatap muka langsung. Apa yang diharapkannyamerupakan keinginan para seluruh siswayang juga mengaku kangen dan rindu dengan sekolah.

“Itu yang saya rasakan. Mudah-mudahan yang saya katakan itu dapat direalisasikankarena saya ingin pembelajaran itu tatap muka. Walaupun dilakukan dengan shift. Mungkin satu shif 15 orang saja. Kadang, ada anak-anak yang memang tidak paham, dan itulah harapan besar saya,” kata Rika yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan itu.

JOKOWI MINTA GURU MOTIVASI SISWA

Dalam percakapan itu, Presiden Jokowi menyampaikan pesan kepada guru agar memotivasi anak untuk tetap semangat belajar di tengah pandemi merupakan hal yang penting untuk terus dilakukan.

“Yang paling penting memang bagaimana memotivasi anak agar semangat belajar dalam masa pandemi ini tetap pada posisi yang baik,” kata Presiden saat berbincang dengan Rika.

Selanjutnya, presiden menanyakan apakah seluruh siswa atau orangtuanya memiliki gawai yang dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran secara daring. Rika menjawab bahwa memang beberapa anak didiknya mulanya tidak dapat mengikuti pembelajaran daring oleh karena ketiadaan gawai yang dapat mereka gunakan. Namun pihak sekolah mencarikan solusi dan memfasilitasi para siswa tersebut untuk dapat menggunakan fasilitas yang dimiliki sekolah.

Untuk saat ini, presiden menyampaikan bahwa pembelajaran secara tatap muka sebagaimana yang dilakukan sebelum masa pandemi masih belum dapat dilakukan. Pemerintah tetap mengutamakan keselamatan anak dan masyarakat dari penyebaran covid-19. Untuk itu, Presiden Joko Widodo menitipkan pesan kepada Rika agar tetap semangat menyampaikan pelajaran kepada para peserta didiknya.

“Memang alangkah baiknya kalau tatap muka, tapi masa pandemi seperti ini memang risikonya kalau nanti anak terpapar Covid ya semuanya menjadi salah. Bu Rika tetap semangat, tetap semangat. Salam semua untuk anak-anak,” pungkas Presiden Jokowi. (lgm)