9 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Waspadai Politik Uang Manfaatkan Situasi Pandemi Covid-19

PAYAKUMBUH, KP- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Payakumbuh mengingatkan dan mengajak warga setempat untuk meningkatkan pengawasan dalam pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur atau Pilgub 2020 yang digelar dalam masa pandemi Covid-19 ini.

Pasalnya, bisa saja situasi seperti ini akan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk melakukan berbagai jenis pelanggaran Pilkada.

Karena di tengah pandemi Covid-19, berdampak pada perekonomian, dan tidak tertutup kemungkinan akan dilakukan pelanggaran dengan membagikan barang atau uang, apalagi hal tersebut menjadi kebutuhan kita bersama.

Untuk itu, warga Kota Payakumbuh diminta untuk tidak tergoda dengan berbagai jenis pelanggaran itu, sebab baik penerima maupun pemberi bisa dijerat dengan aturan yang berlaku.

Hal tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Kota Payakumbuh, M. Khadafi dihadapan peserta Rapat Koordinasi Pengawasan Tahapan Pemilu Partisipatif Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Provinsi Sumbar tahun 2020 yang digelar di salah hotel di Payakumbuh, Sabtu (12/9).

”Jelang ditetapkannya bakal pasangan calon (bapaslon) Kepala Daerah menjadi pasangan calon (paslon) 23 September nanti, dan selama tahapan Pilkada Sumbar, tidak tertutup kemungkinan warga masyarakat akan didatangi paslon maupun tim yang diutus paslon kepala daerah. Sebab, situasi Covid-19 yang berdampak pada kita semua ini, bisa saja paslon atau tim sukses paslon datang ke rumah kita untuk memberikan sesuatu berupa barang atau lainnya yang dilarang,” sebut M. Khadafi.

Mantan Ketua KPU Kota Payakumbuh itu juga menambahkan, warga atau masyarakat diminta untuk tidak menerima apapun dari paslon maupun tim sukses paslon. Sebab pemberi maupun penerima, bisa dijerat dengan aturan yang berlaku.

”Mari kita dukung proses Pilgub Sumbar secara baik, sebab proses yang baik akan melahirkan pemimpin yang baik. Jangan sampai situasi Covid-19 justru dimanfaatkan untuk melakukan berbagai pelanggaran,” ingat M. Khadafi.

M.Khadafi juga mengajak peserta Rakor yang terdiri dari Kelompok Tani, Kelompok Yasin dan Pemuka Agama dan tokoh adat untuk ikut mengajak orang-orang disekitarnya aktif dalam melakukan pengawasan setiap tahapan Pilkada Sumbar.

Sementara itu, Maise Yulivestra, sebagai nara sumber dalam kegiatan rakor tersebut mengajak peserta untuk berpartisipasi secara berkelanjutan dalam pengawasan tahapan Pilkada.

“Namun ketika kita berpartisipasi karena sesuatu hal, baik materi maupun kepentingan-kepentingan tertentu, makannya hal tersebut bukan lagi masuk kategori partisipasi,” sebut dosen FISIP Unand kelahiran Solok itu.

Kegiatan rakor yang digelar dua sesi tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 atau Corona itu juga dihadiri dua Komisioner Bawaslu lainnya, Suci Wildanis serta Maidona. (dst)