9 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

KPU PAYAKUMBUH TETAPKAN DPS SEBANYAK 93.813, Wako Riza Falepi: “Jangan Sampai Ada Masyarakat yang Tidak Terdaftar”

PAYAKUMBUH, KP – Setelah dilakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih yang dimulai sejak 15 Juli lalu. Kamis (10/9) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Payakumbuh tetapkan Data Pemilih Sementara (DPS) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Barat tahun 2020 melalui Rapat Pleno Terbuka yang dilaksanakan di BIB dan penyerahan DPS dilaksanakan Jumat (11/9) di Aula Husni Kamil, Lt.II KPU KotaPayakumbuh

Rapat Pleno tersebut dihadiri Walikota Payakumbuh diwakili Kakan Kesbangpol Kota Payakumbuh Budhy Dharma Permana, Kapolres Kota Payakumbuh, Ketua Bawaslu Kota Payakumbuh, Kalapas Kota Payakumbuh, Perwakilan Partai Politik serta PPK se-Kota Payakumbuh.

Walikota Payakumbuh, Reza Falepi menyampaikan apresiasi kepada KPU Kota Payakumbuh beserta jajaran yang telah bekerja keras mendata seluruh masyarakat Kota Payakumbuh di tengah Pandemi Covid-19 serta telah patuh menerapkan protokol kesehatan. “Terima kasih kepada KPU dan jajaran, harapan kami jangan sampai ada warga kita kehilangan hak pilihnya,” ujar Budhy Dharma Permana.

Budhy mengatakan, sesuai instruksi Walikota, baik itu penyelenggara ataupun pemerintah sebagai fasilitator penyelenggaraan Pemilu harus tetap menerapkan protokol kesehatan dalam segala kegiatan, karena kegiatan itu akan melibatkan banyak masyarakat. “Kita harus melindungi masyarakat, jangan sampai ada klaster baru. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi serta terus bersosialisasi, harapannya partisipasi pemilih Kota Payakumbuh tetap sesuai target,” ucapnya.

“Bagi masyarakat yang belum terdaftar agar segera menghubungi KPU dan semoga di Pilgub kali ini penyelenggaraannya tetap aman dan kondusif di tengah Covid-19 serta Payakumbuh tetap terbaik dalam penyelenggaraan Pemilu,” tambah Budhy.

Sementara itu Ketua KPU Kota Payakumbuh, Haidi Mursal mengatakan, sesuai arahan Walikota Payakumbuh itu  pihaknya beserta jajaran telah menerapkan protokol kesehatan karena telah diatur dalam PKPU Nomor 6 Tahun 2020. “Karena berinteraksi dengan masyarakat, kita selalu membekali petugas dengan protokol standar Covid-19 demi melindungi petugas dan masyarakat, dan insyaallah sampai saat ini belum ada dari penyelenggara kita yang terpapar,” jelas Haidi.

Untuk data pemilih sendiri disebutkan Haidi, sebelum dilakukan Coklit jumlah pemilih yang terdaftar di Kota Payakumbuh yakni 50.073 untuk laki-laki dan 51.166 untuk perempuan, dengan total jumlah pemilih 101.239. “Setelah coklit, hari ini kita tetapkan jumlah DPS Kota Payakumbuh yang tersebar di 47 kelurahan dan 246 TPS, jumlah pemilih laki-laki 46.014, perempuan 47.799 dengan jumlah pemilih aktif 93.813,” ulasnya.

“Untuk DPS, penyerahan dokumennya ke PPS dimulai dari 14-18 September agar bisa ditempelkan di tempat-tempat umum supaya mudah dilihat oleh pemilih dan bisa dikroscek kembali, apabila ada data yang tidak sesuai atau tanggapan dari masyarakat bisa melaporkan kepada PPS untuk segera ditindaklanjuti,” tambahnya.

Sementara itu dari hasil pengawasan sendiri selama proses Coklit, Ketua Bawaslu Kota Payakumbuh Muhamad Kadafi mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan KPU beserta jajaran berjalan sesuai aturan dan tidak ada pelanggaran yang terjadi. “Kita lihat di lapangan semua petugas kita sudah mematuhi protokol kesehatan dan semua rekomendasi yang kita sampaikan kepada KPU dan jajaran telah ditindak lanjuti dengan harapan semua warga kita tidak ada yang kehilangan hak pilih,” pungkasnya. (dho)