29 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Progres Pembangunan Masjid Agung Dharmasraya Capai 58 Persen

PULAUPUNJUNG, KP – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya terus mengebut proses pembangunan Masjid Agung Dharmasraya yang berlokasi di sekitar Jalur Lintas Tengah Sumatra, tepatnya Gunung Medan.

Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan mengatakan, progres proyek itu saat ini sudah mencapai 58 persen. Harapannya, masjid tersebut dapat menjadi ikon religi kabupaten Dharmasraya. “Progres pembangunannya sudah mencapai 58 persen. Targetnya selesai pertengahan Desember 2020 ini,” ujar Bupati Sutan Riska, Senin (14/9) di sela kunjungannya ke Koto Gadang tempat panen jagung. 

Dikatakannya, Masjid Agung Dharmasraya dibangun di atas lahan seluas 6,7 hektare. Diperkirakan, masjid itu dapat menampung 13 ribu orang jemaah. Bupati menyebut, anggaran pembangunan masjid itu mencapai Rp 103 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) 2019 dan 2020. Untuk itu Bupati Sutan Riska berharap peresmian masjid tersebut dapat dilakukan pada Januari 2021 nanti, sehingga bertepatan dengan perayaan hari jadi Kabupaten Dharmasraya ke-17.

Di samping itu katanya, Masjid tersebut dirancang terdiri atas dua lantai, sehingga dapat menampung lebih banyak jemaah. Sedangkan bagian terasnya nanti juga dapat difungsikan sebagai tempat salat. Selain untuk beribadah, Masjid Agung Dharmasraya juga ditujukan sebagai pusat kajian dan peradaban Islam di Dharmasraya. Masjid itu akan memiliki empat kubah. Jumlah itu melambangkan filosofi adat Minangkabau, yaitu ‘Tau Jo Nan Ampek’.

‘Tau Jo Nan Ampek’ yang dimaksud, berarti kato mandaki, kato mandata, kato manurun dan kato malareng. Semua itu bermakna, seseorang harus pandai menjaga sikap kepada yang lebih tua, sebaya, lebih kecil dan tokoh-tokoh masyarakat. “Kita ingin membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang mempunyai dasar agama yang kuat. Kita ingin membangun dan menggali potensi sesuai nilai-nilai kebaikan, kebaikan bagi manusia dan kebaikan bagi alam semesta,” ucap Sutan Riska.

Sementara lahan seluas 6,7 hektare untuk pembangunan masjid itu jelasnya, berasal dari hibah dari pemerintah pusat untuk Kabupaten Dharmasraya. Selain itu, Masjid Agung Dharmasraya juga dirancang untuk menjadi islamic center yang dapat memberdayakan ekonomi umat. Karena di sekitar masjid juga akan didirikan SPBU, mini market, dan rumah makan. Juga menjadi rest area karena berada di tepi Lintas Sumatra. (jup)