18 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Anak Muda ‘Palak’

NEGERI ini tampaknya makin memprihatinkan. Beragam kejahatan makin banyak saja terjadi dan pelakunya rata-rata anak muda. Seperti yang ditampilkan dalam pemberitaan KORAN PADANG edisi Selasa (15/9) pada halaman satu. Pertama, kawanan pencuri dan penadah motor di Pariaman, kedua komplotan pencuri motor yang ditangkap Polres Solok, ketiga pencuri kpmputer di MTs Cupak, dan keempat mahasiwa yang menyamar jadi perempuan dan memeras pasangannya. Keempat berita itu disertai dengan foto masing-masing pelaku yang telah ditangkap polisi.

Tak hanya itu, pada halaman delapan terdapat berita Polresta Padang menangkap ‘tukang palak’ sebanyak 13 orang.

Sungguh memprihatinkan.Beragam kejahatan dilakukan anak muda. Itu baru sehari. Bahkan yang tak terjangkau pemberitaan diperkirakan lebih banyak lagi.

Beragam perangai anak muda yang meresahkanselalu muncul tiap hari. Tak jera-jeranya mereka melakukan beragam aksi yang meresahkan dan merugikan pihak lain. Rata-rata anak muda yang melakukan kejahatan selalu berurusan dengan polisi. Banyak yang berakhir dengan mendekam di lembaga pemasyarakatan.

Anak muda salah langkah tersebut jelas memprihatinkan. Apa boleh buat. Desakan kehidupan atau kemiskinan memaksanya berbuat keresahan dan tentu saja perbuatan itu memalukan keluarga. Ditambah lagipembinaan rohaninya mungkin saja tak jadi perhatian oleh orangtuanya selama ini.

Diperkirakan aparat keamanan bakal disibukkan terus dengan tingkah ‘indak elok’ anak muda yang juga anak kemenakan kita. Apa boleh buat, keadaan benar yang semakin memprihatinkan. Pandemi corona semakin menjadi-jadi, kesusahan makin terasa, perut lapar, uang tiada. Matapun silap. Iblis menggoda. Akhirnya terjadilah yang melanggar batas. Terpaksa mencuri, memalak, merampok, dan merampas.

Dikhawatirkan grafik kejahatan terus meningkat. Sebab, kesusahan hidup makin terasa. Jumlah warga miskin terus bertambah. Jangankan lowongan kerja, yang ada malah PHK terjadi di mana-mana.

Yang penting, mari bersama kita kompak menjaga kamtibmas. Yang berpunya hati-hatilah. Jangan sombong dan takabur. Kita tentu cinta damai, hidup tentram lahir bathin, makan enak, sehat, murah rezeki. Namun kenyataannya prilaku kejahatan dengan beragam modus makin sering terjadi di lingkungan kita. Memprihatinkan. Begitulah adanya. *