18 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Bupati Gusmal Sampaikan Orasi Ilmiah pada Dies Natalis STAI SNI

SOLOK, KP – Bupati Solok H. Gusmal, menyampaikan Orasi Ilmiah pada Dies Natalis Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Solok Nan Indah ke-23 secara virtual di Guest House Arosuka, Senin (14/9). Tampak hadir bersama Bupati Gusmal, yakni Asisten Koor Ekbangkesra Medison, Kabag Humas Syofiar Syam, kabag KSD Devi Pribadi dan Kabag Kesra, Ahpi Gusta Tusri. Sementara dari STAI Solok tampak hadir Wakil Walikota Solok Reinier, Dewan Pembina YP3SNI H. Gusrizal Gazahar, Ketua MUI Sumbar, Ketua YP3SNI, Masri Elmahsyar Biddin, Ketua STAI Solok Nan Indah H. Kardinal, Ketua Yayasan Suluah Anak Nagari, Oknovia Susanti dan lainnya.

Ketua Panitia, Ardi Satria menyampaikan, Dies Natalis ke-23 itu mengambil tema, menjadikan STAI SNI sebagai kampus unggul dan kompetitif di Sumbar. “STAI SNI ini mulai berdiri pada 5 September 1997 dan Dies natalies ke-23 ini dilaksanakan secara virtual, disebabkan karena Pandemi Covid-19 masih mewabah dan tidak memungkinkan untuk dilaksanakan secara tatap muka dengan jumlah banyak orang,” terang Ardi Satria.

Dalam memperingati Dies Natalis itu, ada beberapa kegiatan yang sudah dilakukan, di antaranya lomba cerpen antar SMA/sederajat se-Sumbar, lomba baca puisi tingkat umum skala nasional. Kemudian webinar tentang pendidikan serta tabligh akbar yang sudah dilaksanakan di Nagari Dilam dan Nagari Salimpek sekaligus dalam rangka memperingati tahun baru islam 1442 H.

Ketua STAI Solok Nan Indah, H. Kardinal dalam sambutannya menyampaikan, di usia STAI SNI ke-23, STAI SNI terus bertekad membuktikan eksistensi diri di tengah masyarakat. “Kita akan terus melakukan pembenahan menuju yang lebih baik lagi agar STAI SNI kembali diminati masyarakat luas,” sebutnya.

Menurutnya, STAI SNI akan terus melakukan berbagai inovasi ke depan, serta meningkatkan sarana prasarana/ fasilitas. “Kami berharap agar dukungan dari Pemda terus mengalir demi mewujudkan STAI yang berkualitas di tengah persaingan dengan perguruan tinggi lainnya, baik negeri maupun swasta,” tambahnya.

Sementara Bupati Solok H. Gusmal, dalam orasinya menyampaikan peran tokoh Solok Saiyo Sakato dalam memajukan Perguruan Tinggi Agama Islam di Sumbar. Dikatakannya, meski sudah terbagi menjadi 3 daerah Solok Saiyo Sakato (S3 – Kab. Solok, Kota Solok, kab. Solok Selatan) pihaknya sama-sama yakin bahwa kepedulian masyarakat akan pendidikan di daerah masih sangat tinggi demi mewujudkan generasi yang baik ke depannya.

“Jika kita sudah bertekad untuk kembali menjayakan kampus STAI SNI, maka seluruh unsur masyarakat harus sepakat meningkatkan kualitas pendidikan serta segala fasilitas dan kebutuhan kampus, termasuk meningkatkan mahasiswa,” sebut Bupati.

Hingga saat ini kata Bupati, para perantau Solok Saiyo Sakato sudah tersebar di berbagai penjuru  daerah, maka dari itu pihaknya juga harus menggandeng para perantau dalam memajukan kampus. “Salah satu alasan kita untuk kembali memajukan kampus di daerah atau STAI SNI ini adalah sejarah yang ada di wilayah Sumbar, karena sejak dahulu Sumbar selalu menghasilkan tokoh nasional yang memperjuangkan serta mengisi kemerdekaan RI,” terangnya.

Di Sumbar khusunya Solok Raya jelas Bupati, mesti memiliki dan mengembangkan pendidikan agama islam di berbagai jenjang pendidikan. Pendidikan agama islam hendaknya tidak berhenti hanya pada tingkat surau, MDA, sekolah dasar/sekolah menengah saja, namun hendaknya juga sampai pada tingkat perguruan tinggi. Untuk di tingkat sekolah, pemerintah daerah Kab. Solok sudah memulai dengan membuat program sekolah umum berbasis pesantren (SD dan SMP). Maka Pemkab Solok berharap agar Pemprov juga menerapkan SUBP di tingkat SMA.

“Pemerintah daerah yang bersinergi dengan tokoh S3 akan terus mendorong pengembangan sektor pendidikan umum dan pendidikan islam di daerah, sehingga nantinya akan melahirkan generasi emas yang berkarakter dan berkepribadian baik dengan bekal ilmu yang cukup,” tuturnya. (wan)