19 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Rumah Wakil Bupati Solok Disegel Oknum LSM

SOLOK, KP – Mengejutkan! Rumah seorang pejabat tinggi pemerintahan yakni Wakil Bupati SolokH. Yulfadri Nurdin yang berlokasi di Jalan Syekh Supayang Nomor 19, Kelurahan Simpang Rumbio, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, disegel oleh sejumlah oknum anggota salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Selasa dinihari (15/9) sekira pukul 01.30 WIB.

Dalam video yang beredar luas, anggota LSM yang mengenakan seragam khas ormas tampak memasang pengumuman ‘Rumah Ini Disegel’ di pintu rolling door. Terdengar suara salah sorang pria yang mengatakan bahwa rumah itu disegel karena Yulfadri Nurdin belum bayar utang.

Atas penyegelan itu, publik Solok pun gempar. Pengacara kondang asal Solok Muhammad Irfan angkat bicara. Menurutnya, yang boleh melakukan penyegelan terhadap objek rumah seseorang karena hutang piutang di bank adalah juru sita pengadilan negeri, bukan LSM. Ia menilai penyegelan yang dilakukan oleh ormas itu melanggar hukum dan bisa dipidanakan.

“Sangat tidak benar kalau LSM yang melakukan hal itumeskipun atas suruhan orang lain,”ucapnya.

Dijelaskannya, ketika bank akan melakukan penyegelan terhadap suatu objek, itupun ada langkah-langkahnya sesuatu aturan dan hukum yang berlaku.

Terpisah, Wabup SolokH. Yulfadri Nurdinsaat dihubungi KORAN PADANG mengatakan penyegelan terhadap rumah pribadinya tersebut dilakukan tanpa sepengetahuannya. Ia baru mengetahui hal itu setelah diberitahu oleh seseorang keesokan harinya.

“Itu rumah pribadi saya. Tidak ada dikasih tahu penyegelan,” sebut Yulfadri.

Ia mengakui beberapa waktu lalu dirinya sudah pernah didatangi tujuh orang anggota ormas tersebut ketika berada di rumah dinasnamun tidak dilayani.

“Saya juga heran juga kenapa bisa ormas ini melakukan penyegelan, ini sudah perbuatan kriminal,” terang Yulfadri.

Terkait masalah hutang-piutang yang menjadi dasar bagi ormas tersebut melakukan penyegelan, Yulfadri mengaku tidak punya masalah hutang piutang dengan sosok yang dimaksud oleh orang-orang dalam video yang beredar itu karena sudah dibayarnya. “Kalau merasa belum saya bayar, tempuh jalur hukum. Saya sudah bayar, maka itu saya heran,” tuturnya. (wan)