19 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Rusunawa di Bukik Cigek Akan Segera Ditempati Masyarakat Berpenghasilan Rendah

BUKITTINGGI, KP – Sebanyak 42 petak Rumah Susun Sewa (Rusunawa) di Bukik Cigek, Kelurahan Bukik Apik Puhun, Kecamatan Guguak Panjang Kota Bukittinggi akan segera ditempati Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Saat ini, Pemerintah Kota Bukittinggi tengah mempersiapkan regulasi dan kriteria masyarakat yang berhak untuk mendapatkannya.

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Bukittinggi, H. Erwin Umar kepada KORAN PADANG menyebutkan, pembangunan Rusunawa itu berada di atas lahan seluas 18.069 M2. Sedangkan untuk tahap I ini dibangun satu blok berlantai III dengan jumlah petak rumah sebanyak 42 petak hunian tipe 36. “Khusus di lantai I, berupa sarana pendukung rusunawa, seperti kantor pengelola, musala, mini market, klinik kesehatan dan sarana lainnya. Untuk Lantai II dan III, baru berupa petak hunian yang jumlahnya sebanyak 42 petak dengan tipe 36,” ujarnya.

Dikatakannya, pembangunan Rusunawa Bukik Cigek itu diawali tahun 2019 dan dibangun atas upaya Pemerintah Kota Bukittinggi kepada Pemerintah Pusat melalui Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PU-PR. “Sedangkan anggaran untuk pembangunannya sebesar Rp 15.723.934.600 melalui Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PU-PR, untuk pematangan lahan sebesar Rp 1.500.000.000 dianggarkan dari APBD Bukittinggi,” ulasnya.

Sekarang satu blok Rusunawa sudah selesai dikerjakan. Dalam perencanannya di atas tanah seluas 1,8 hekatre itu, akan dibangun 4 blok Rusunawa secara bertahap yang diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan juga para ASN Golongan II dan I yang tidak memiliki rumah. Termasuk juga untuk tenaga kerja kontrak,” ujar Erwin Umar menambahkan, bahwa untuk satu blok yang telah selesai itu akan segera dibuatkan regulasinya serta kriteria masyarakat yang akan menempatinya.

Sementara itu Walikota Bukittinggi, H. Ramlan Nurmatias didampingi Kadis Perkim H. Erwin Umar kepada KORAN PADANG menyebutkan, dibangunnya Rusunawa itu oleh Pemko Bukittinggi, jelas berawal dari hasil kajian di lapangan. Di mana tidak seluruh warga Bukittinggi memiliki rumah ataupun yang mampu mengontrak rumah layak huni, karena banyak juga warga kota memiliki penghasilan di bawah UMR, sehingga tidak mampu menyewa rumah layak huni.

“Melihat kondisi itulah kita berusaha meminta bantuan ke Pemerintah Pusat untuk dapat membantu pembangunan Rusunawa bagi warga Bukittinggi yang berpenghasilan rendah atau di bawah UMR. Apa yang kita upayakan itu membuahkan hasil. Untuk tahap pertama ini kita dapat bantuan satu blok Rusunawa berlantai III dengan 42 petak hunian tipe 36. Bangunan itu sudah selesai, tentu akan segera kita operasionalkan,” ungkapnya.

“Rusunawa ini akan kita prioritaskan buat Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan kriteria warga Bukittinggi, memiliki penghasilan di bawah UMR setiap bulannya serta ditambah kriteria lainnya. Dan untuk regulasi tentang pengelolaan Rusunawa ini juga tengah kita buat,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakannya, bangunan yang sudah selesai itu baru satu blok dan untuk tahun depan juga direncanakan akan dibangun satu blok lagi atau melihat anggaran yang tersedia. “Dan kita menginginkan tanah yang cukup luas ini dapat dibangun beberapa blok Rusunawa, sehingga masyarakat Bukittinggi berpenghasilan rendah serta tidak memiliki rumah, dapat menikmati masa depannya di rumah layak huni Rusunawa ini,” tambah Walikota yang penuh perhatian terhadap warganya itu.

Sedangkan Ketua LPM Kelurahan Bukik Apik Puhun, Hendra Eka Putra kepada KORAN PADANG mengatakan, masyarakat Kelurahan Bukik Apik Puhun sangat menyambut positif dan sekaligus mendukung keberadaan Rusunawa di Bukik Cegek itu. “Sebab, selain menambah ramainya daerah Bukik Cegek, juga dari keberadaan Rusunawa ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitarnya,” ulasnya. (eds)