18 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Warga Padang Sarai: “Mualim” Pemimpin Perubahan yang Kita Pilih

PADANG, KP – Masyarakat Padang Sarai antusias menyambut kedatangan Calon Wakil Gubernur Ali Mukhni saat bersilaturahmi dengan tokoh dan masyarakat setempat.

Sejumlah elemen masyarakat turut hadir antara lain Kelompok Majelis Taqlim,Perwakilan 10 suku, generasi pemuda, paguyuban dan organisasi masyarakat.

Afrizal, warga Padang Sarai, mengatakan sudah mengenal sosok Ali Mukhni yang dijuluki Bapak Bupati Pembangunan itu. Banyak perubahan dimasa kepemimpinan Ali Mukhni yang sudah nampak dan telah dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.

Artinya, sebagai pemimpin, Ali Mukhni telah membuka daerah yang dulunya tidak bernilai, sekarang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi.

“Kita akui, sudah melihat megahnya Politeknik Pelayaran, Asrama Haji, Stadion Utama. Semuanya terletak di Padangpariaman. Tentu, berkat kelihaian Pak Ali Mukhni melobi dan berada didepan terhadap pembebasan tanah,” kata Afrizal di Padang Sarai, Koto Tangah, Senin (14/9) malam.

Pembangunan spektakuler, tambah Afrizal, yaitu pembangunan kawasan pendidikan terpadu Tarok City di Kec. 2×11 Kayu Tanam. Dilahan seluas 697 hektar dibangun UNP, ISI, UIN, Politeknik Unand.

“Pak Ali Mukhni sudah memikirkan pendidikan anak kamanakan kito. Dari sini jaraknya hanya 40 menit. Aksesnya bisa naik motor, mobil atau kereta api,” tambahnya.

Afrizal mengatakan, Ali Mukhni layak diperjuangkan sebagai pemimpin Sumbar berpasangan dengan H. Mulyadi sebagai calon gubernur. Rakyat Sumbar inginkan perubahan dan masyarakat rindu pembangunan.

“Pemimpin perubahan yang kita pilih, Mualim, Mulyadi-Ali Mukhni tanggal 9 Desember nanti. Indak salah piliah gai wak doh,” ujar Afrizal.

Sementara Bupati Ali Mukhni yang jugaCalon Wakil Gubernur Sumbar itu membenarkan bahwa pembangunan Padangpariaman semakin tacelak berkat ridho Allah SWT dan dukungan ranah serta rantau.

Ali Mukhni mencontohkan, Poltekpel Pelayaran di Tiram Ulakan Tapakis, dulunya jarang dilalui, harga tanah murah, aktifitas ekonomi belum nampak dan pengangguran banyak.

Sekarang, dibangun tempat pendidikan Taruna Pelaut yang megah seluas 40 hektar. Ratusan taruna dari seluruh tanah air berkumpul disana menimba ilmu. Tentunya mendatangkan berkah bagi warga sekitar, aktifitas ekonomi meningkat dan banyak permintaan tenaga kerja.

“Dulu menganggur, sekarang jadi sekuriti, cleaning servis atau pegawai kontrak. Yang punya modal, bangun kos-kosan, buka loundry, minimarket dan usaha fotocopy. Artinya pertumbuhan ekonomi daerah juga meningkat,” kata Peraih Satya Lencana Pembangunan itu.

Pembangunan dari pemerintah puaat tidak datang begitu saja, butuh keseriusan kepala daerah, kegigihan pantang menyerah, buat proposal, menghadap Menteri dan minta dukungan tokoh masyarakat seperti Letjen (Purn). TNI Ir. H. Azwar Anas.

“Kalau hanya mengandalkan, APBD saja, pembangunan lambat, tidak ada perubahan. APBD Padangpariaman hanya Rp1,4 T, sebagian habis untuk belanja pegawai. Jadi mesti cari dana ke pusat untuk kesejahteraan masyarakat”kata Alumni Harvard Kenndey School di Amerika Serikat itu.

Ali Mukhni juga menyumbang sebesar Rp9 juta untuk acara silaturahim dan untuk majelis taqlim. Potensi pemilih Padang Sarai, Koto Tangah cukup besar dengan jumlah penduduk 16 ribu jiwa.

“Insha Allah, jika Pasangan Mulyadi-Ali Mukhni diberi amanah memimpin Sumbar, kita bisa lebih cepat mengejar ketertinggalan pembangunan dari daerah lain. Mohon dukungan warga Padang Sarai dan sekitarnya,” ujar Bupati yang dikenal pembina Majelis Taqlim ini. (mas)