19 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Di Pariaman,Catin Wajib Kantongi Sertifikat Konseling

PARIAMAN, KP – Untuk menciptakan generasi yang sehat dan mengantisipasi penyegahan penyakit menular seksual dan penyakit berbahaya, Pemko Pariaman membuat program Gerakan Pernikahan Sehat. Para calon pengantin (catin) wajib melaksanakan konseling dan menjalani pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui apakah mereka mempunyai penyakit menular seksual dan penyakit berbahaya, seperti HIV/AIDS, sipilis,maupun hepatitis. Setelah dinyatakan lulus konseling, para catin akan mengantongi sertifikat.

“Calon pengantin yang akan melaksanakan pernikahanharus melakukan konseling dan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Sehingga, warga Kota Pariaman tidak ada lagi yang terjangkit penyakit menular seksual,” ujar Walikota Pariaman Genius Umar ketika menyerahkan sertifikat kepada pasangan catin, di rumah dinas walikota, baru-baru ini.

Genius Umar menjelaskan Gerakan Pernikahan Sehat itu dalam rangka meningkatkan upaya pencegahan,pengendalian, dan penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Pariamansesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2013tentang Penanggulangan HIV dan AIDS.

“Gerakan Pernikahan Sehat ini bertujuan untuk mencegah potensi penularan HIV, sifilis, hepatitis dari pasangan dan dari ibu ke anak. Kita juga dapat melakukan deteksi dini terhadap penyakit menular dan penyakit berbahaya,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota PariamanSyahrul mengatakan Gerakan Pernikahan Sehat itu adalah salahsatu inovasi untuk mendeteksi dan mengurangi penyebaran penyakit seksual di Kota Pariaman.

Dikatakannya, pemeriksaan kesehatan pada calon pengantin dilaksanakan di puskesmas tempat calon pengantin perempuan berdomisili. Sertifikat Layak Kesehatan Pernikahan dari puskesmas yang bersifat konfidensial itu digunakan untuk kelengkapan administrasi tingkat lanjut pada desa/kelurahan dan KUA.

“Kita telah bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Kota Pariaman. Jadi, sebelum melakukan pernikahan catin harus mempunyai sertifikat kesehatan yang diserahkan ke Kementerian Agama Kota Pariamanmelalui KUA,” terangnya.

Menurutnya, sertifikat itu terdiri dari dua kategori, yaitu warna putih artinya bebas dari penyakit HIV/ AIDS dan warna merah artinya terjangkit penyakit HIV AIDS. Apabila calon pengantin mengantongi sertifikat putih, maka pernikahan bisa dilanjutkan. Namun, apabila sebaliknya, maka pernikahan berpotensi untuk ditunda sementara. (war/*)