9 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Dinsos PPPA Tanahdatar Bantu Peralatan Usaha Bagi Pemilik Industri Rumahan

BATUSANGKAR, KP – Sebanyak 40 orang ibu-ibu pemilik Industri Rumahan (IR) menerima bantuan peralatan usaha dari pemerintah daerah melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Wakil Bupati Tanahdatar Zuldafri Darma, di ruang kerja Kadis Dinsos, Rabu (16/9).

Dalam sambutannya, Wabup Zuldafri berharap bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menunjang usaha perbaikan ekonomi keluarga dan ketahanan keluarga. “Pemerintah daerah memandang program bantuan ini bersifat strategis karena menyangkut ekonomi masyarakat, apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19. Mengingat hal tersebut, tidak dilakukan pemotongan anggaran terhadap kegiatan ini, seperti halnya beberapa program pembangunan lainnya,” ungkap Wabup.

Wabup berharap, dari tahun ke tahun jumlah penerima bantuan bertambah. “Kita maklumi bersama, mengingat keterbatasan kemampuan keuangan daerah, tahun ini baru 40 orang yang bisa dibantu. Mudah-mudahan meningkat di tahun berikutnya dan nantinya diharapkan juga dibantu permodalan,” sebutnya.

“Mari syukuri bantuan yang sudah diterima dengan terus berusaha sungguh-sungguh dan tidak lupa berdoa kepada Yang Maha Kuasa,” pesannya.

Sebelumnya, Kadis Sosial Yuhardi didampingi Sekdis Dadan Hendarsyah mengatakan, program itu merupakan pengembangan dari program pilot project Kemensos pada tahun 2016 lalu. Dijelaskannya, bantuan yang diberikan tidak hanya peralatan tetapi juga diberikan pelatihan.

“Saat pilot project tahun 2016 dilaksanakan di tiga lokasi di Nagari Sungai Tarab, Nagari Koto Tuo dan Jorong Luak Gadang Nagari Gurun Kecamatan Sungai Tarab, kemudian kita kembangkan ke seluruh nagari di Tanahdatar dengan tujuan mengangkat taraf ekonomi masyarakat,” jelas Yuhardi.

Dijelaskannya lebih lanjut, untuk menentukan penerima bantuan, dilakukan survey terlebih dahulu kepada pelaku usaha rumahan, khususnya ibu-ibu yang menjadi tulang punggung atau paling tidak sangat membantu kepala keluarga. “Kita tanya kebutuhan apa yang paling mendesak, jika usaha laundry dibantu mesin cuci, ada yang usaha penggorengan dibantu kompor gas, atau penjahit butuh mesin jahit. Dengan harapan, diterima pagi ini bisa langsung dimanfaatkan sore harinya, dan bagi yang belum menerima kita masukkan ke dalam daftar tunggu,” terangnya. (nas)