18 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Polda Sumbar Hentikan Kasus Dugaan Penipuan Air Minum Kemasan

PADANG, KP – Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar menghentikan kasus dugaan pemalsuan atau penipuan publik terkait sumber air minuman kemasan mineral merek Sumber Minuman Sehat (SMS).

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto, Rabu (16/9), mengatakan penghentian kasus itu setelah adanya hasil koordinasi dan gelar perkara yang dilakukan dengan pihak kejaksaan.

“Hasilnya kasus ini kami hentikan,” kata dia.

Menurutnya, keputusan itu juga telah disampaikan kepada Soehinto Sadikin yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka melalui surat bernomor B/94/IX/RES.2.1/2020/Ditreskrimsus perihal pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan.

Ia menjelaskan penghentian kasus itu karena perkara tersebut tidak memenuhi unsur pasal yang dipersangkakan yaitu pasal 114 juncto Pasal 100 ayat 2 UU RI Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan dan pasal 62 ayat 1 juncto pasal 8 ayat 1 UU RI Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

“Kasus ini resmi dihentikan,” kata Satake.

Diberitakan sebelumnya, Polda Sumbar menyegel pabrik minuman kemasan merek SMSdi Kabupaten Padangpariaman yang telah beroperasi di daerah itu hampir 15 tahun karena diduga melanggar Undang-undang Pangan dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen terkait sumber mata air di kemasan produk tersebut. Saat itu pihak kepolisian telah menetapkan pemilik perusahaan Soehinto Sadikin sebagai tersangka.

Pada label yang tertera di produk tertulis bahwa sumber mata air berasal dari mata air Gunung Singgalang.Namun setelah diselidiki ternyata sumber mata air berasal dari PDAM Padangpariaman yang berasal dari Lubuk Bonta. Polda Sumbar juga telah meminta keterangan ahli bahasaterkait label yang dipakai di air mineral dalam kemasan SMS itu. (ant)