18 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

11 Tahun Menunggu, RSUD Sungai Dareh Diresmikan

PULAUPUNJUNG, KP – Perjuangan panjang pembangunan RSUD Sungai Dareh akhirnya menuai sukacita. 11 tahun menunggu, rumah sakit Tipe C berfasilitas mewah yang berlokasi di Jalan Lintas Sumatra KM 4 Pulaupunjung itu kini telah dapat dinikmati masyarakat Dharmasraya.

Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, secara resmi melaunching pelayanan gedung baru RSUD itu, Kamis (17/9). Ditandai dengan bunyi sirine dan penandatanganan prasasti, peresmian turut disaksikan segenap elemen masyarakat. Turut hadir pada kesempatan itu Ketua DPRD Pariyanto, Forkopimda, Kepala OPD di lingkup Pemkab Dharmasraya, Camat, Tokoh Masyarakat dan Walinagari se-Kabupaten Dharmasraya. 

“Alhamdulillah dengan izin Allah, impian masyarakat Dharmasraya untuk memiliki rumah sakit representatif telah terwujudkan. Hari ini saya merasa menjadi orang paling bahagia. Karena bisa berkumpul di sini dengan seluruh elemen masyarakat untuk menyaksikan dan mensyukuri nikmat dari Allah atas pembangunan rumah sakit ini,” ujar Bupati dengan raut haru dan bahagia, saat memberikan sambutan dalam Soft Launching Pelayanan di Gedung Baru RSUD Sungai Dareh, Kamis (17/9).

Bupati bercerita, pembangunan gedung baru RSUD Sungai Dareh telah dimulai sejak masa kepemimpinan Bupati Dharmasraya periode 2005-2010, Marlon Martua. Namun kala itu sempat terhenti dan baru dilanjutkan kembali pada masa kepemimpinan dirinya di tahun 2017. 

“Butuh waktu 11 tahun hingga akhirnya rumah sakit ini bisa dinikmati masyarakat. Tentu ini perjuangan cukup panjang dan cukup melelahkan. Saat melanjutkan pembangunan rumah sakit ini, saya hanya berpikir ini adalah tanggungjawab kepada masyarakat. Masyarakat sangat butuh dengan rumah sakit ini. Pembangunannya harus dilanjutkan. Itulah kenapa saya bertekad menuntaskan pembangunan rumah sakit ini,” ungkap bupati. 

Di samping itu Bupati sangat berterimakasih kepada Presiden Joko Widodo, sebab berkat bantuan pemerintah pusat lah, pembangunan Gedung Baru RSUD Sungai Dareh dapat dilanjutkan. Jika dihitung sejak awal, mulai dari pembebasan lahan hingga sekarang, kata bupati, anggaran yang telah masuk untuk membangun rumah sakit itu mencapai Rp 173 miliar. Baik bersumber dari APBD maupun APBN.

Dikatakan Bupati, untuk saat ini baru lantai 1 dan lantai 2 yang bisa dimanfaatkan, sedangkan lantai 3 masih proses pengerjaan. “Kita berdo’a, semoga di tahun depan pemerintah pusat kembali memberikan suntikan dana untuk menyelesaikan pembangunan rumah sakit ini,” harap bupati.

Bupati berharap, dengan telah dimanfaatkannya gedung baru RSUD Sungai Dareh itu, pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat meningkat lebih baik lagi. Bupati juga meminta segenap jajaran rumah sakit untuk terus berupaya memberikan yang terbaik kepada masyarakat dalam pelayanan, dan segera meningkatkan status akreditasi rumah sakit ke tingkat paripurna. “Kita ingin ke depan, RSUD Sungai Dareh ini bisa menjadi rumah sakit rujukan bagi daerah tetangga. Dan masyarakat Dharmasraya tidak perlu jauh-jauh lagi pergi berobat, karena semua sudah dapat ditangani di sini,” tukasnya.

Sementara itu menurut Direktur RSUD Sungai Dareh Chusnul Chotimah, saat ini gedung baru RSUD Sungai Dareh baru dimanfaatkan untuk pelaksanaan manajemen rumah sakit dan pelayanan poliklinik/rawat jalan. Sementara untuk layanan rawat inap dan layanan penunjang masih dilaksanakan di rumah sakit lama.  Disebutkannya, RSUD Sungai Dareh dengan status akreditasi utama atau bintang empat, didukung 540 SDM yang 25 orang di antaranya adalah tenaga dokter.

Terpisah, Walinagari Sungai Kambut Asrial Amri, mengungkapkan rasa syukur dan terharu atas terlaksana peresmian RSUD Sungai Dareh. Karena berada di Nagari Sungai Kambut ia menambahkan, dengan kehadiran RSUD Sungai Dareh yang baru bisa menciptakan lapangan kerja baru untuk masyarakat, khususnya Sungai Kambut.  “Alhamdulillah ini pertanda baik ke depannya, kami selaku Walinagari akan melakukan kerjasama terhadap RSUD Sungai Dareh,” pungkasnya. (jp)