9 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Kemiskinan dan Pengangguran

ANGKA kemiskinan dan pengangguran meningkat tajam akibat pandemi corona yang melanda negeri ini. Hampir 10 persenatau lebih 20 juta pekerja berubah status jadi pengangguran sekaligus masuk dalam kategori miskin. Hal itu dikemukakan Menteri Keuangan Sri Mulyani seperti diberitakan KORAN PADANG terbitan Kamis (17/9) di halaman 14.

Ini jelas problema mengkhawatirkan. Pandemi ini telah memunculkan efek negatif bagi masa depan negeri ini. Sementara, kapan pandemi berakhir belum dapat dipastikan. Bahkan, di Sumbar korban yang terpapar virus itu terus meningkat.

Janganlah ada diantara kita yang menggap enteng pandemi. Ini adalah ujian kehidupan antara kekuatan dan kelemahan. Mereka yang kuat fisikitulah yang mungkin bisa bertahan hidup. Sementara yang lemah pertahanan fisiknya dikhawatirkan meninggal.

Jika corona tak juga mampu dibendung keganasannya, hampir dapat dipastikan beragam penderitaan akan ditanggungkan masyarakat. Kelaparan, maling, rampok. Siapa yang mampu melawan kelaparan berkepanjangan? Yang ‘bagak’ tentu akan mengganas dengan beragam kebengisannya. Saling berebut makanan sesama manusia demi perut lapar. Semoga yang demikian tak sampai terjadi.

Bayangkan, 10 persen saja angka kemiskinan dan pengangguran di Indonesiasudah lebih 20 juta orang jumlahnya. Seandainya dari 20 juta itu sepertiganya saja jadi kelompok ‘bergajul’ sudah 7 juta orang jumlahnya. Melebihi jumlah aparat bersenjata yang ada di negara kita ini.

Sungguh, pandemi corona sangat membahayakan stabilitas tatanan kehidupan. Untuk itu sadar dan insaflah. Kembalilah ke jalan yang benar. Janganlah sombong dan angkuh juga. Manusia adalah makhluk yang lemah. Hingga sekarang gerak virus tak kasat mata ini belum juga mampu dipersempit. Korbannya terus berjatuhan. Dokter, perawat sudah banyak yang tumbang. Rumah sakit penuh. Penggali kubur bekerja siang malam. Banyak anak kehilangan ayah dan ibu. Tak terbilang orang tua ditinggalkan anak tercinta. Ya Allah, ampunilah hamba-Mu yang lemah ini. Cukuplah sampai disini kesengsraan corona kami rasakan. Aamiiin. *