9 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Pemkab Solok Tingkatkan SDM Pengelola Homestay

SOLOK, KP – Peningkatan sumber daya manusia (SDM) khususnya bagi pengelola homestay rumah wisata menjadi salah satu strategi pembangunan sektor pariwisata Kabupaten Solok tahun 2016-2021.

Menyikapi hal itu, Pemkab Solok menggelar Pelatihan Tata Kelola Homestay, pondok wisata dan Rumah Wisata, di Kyriad Bumiminang Hotel Padang, Rabu sore (16/9).

Bupati Solok, H. Gusmal ketika membuka pelatihan itu mengatakan sebagai industri jasa, sektor pariwisata telah memberikan kontribusi dan berperan penting dalam pembangunan perekonomian.

Dijelaskan, seiring waktu dengan meluasnya definisi wisata daerah tujuan wisatapun semakin berkembang. Salah satunya wisata menjadi alternatif bagi wisatawan. Pariwisata pendesaan atau yang biasa di sebut desa wisata. Wisata desa dibangun dengan konsep kembali ke alam serta menawarkan kehidupan masyarakat yang lebih alami serta menampilkan kekayaan kebudayaan daerah setempat.

“Pengembangan program desa wisata homestay merupakan bagian dari daya tarik wisata yang didapatkan oleh wisatawan dalam kunjunganya ke desa wisata,” cetus Gusmal.

Merujuk kepada visi pembangunan Kabupaten Solok yang tertuang dalam RPJMD tahun 2016-2021perlu difokuskan kepada beberapa capaian indikator pembangunan di sektor wisata pariwisata yang belum optimal pengelolaanya objek wisata secara profesional.

“Bedasarkan hal tersebut, khususnya untuk peningkatan SDM yang menunjang pertumbuhan industri pariwisata di Kabupaten Solok yang bertujuan untuk menunjang pengembangan sektor pariwisata daerah. Pariwisata daerah perlunya dilaksanakan berbagai kegiatan seperti pembinaan, pelatihan dan pengawasan,” tambah Gusmal.

Dijelaskan bupati, adapun kegiatan indikator pembangunan non fisik di sektor pariwisata Kabupaten Solok telah ditetapkan 4 nagari piloting kampung budaya dan muncul beberapa desa wisata yang berbasis masayrakat sebagai bentuk sadar wisata masayarakat yang semakin meningkat.

Selain itu juga memunculkan kelompok sadar wisata di setiap nagari yang sampai saat sudah berjumlah sebanyak 25 pokdarwis. Sedangkan untuk jumlah homestay yang sudah terdata di Kab. Solok berjumlah sebanyak 95 buah homestay yang tersebar di sejumlah kampung budaya.

“KIta juga meminta para wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Solok agar tetap mengikuti protokol kesehatan dalam mengantisipasi penyebaran Covid- 19, ditambah lagi pasca disahkannya Perda Provinsi Sumbar tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB),” pungkasnya.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, Nasriful Romikamenyebutkan pelatihan tata kelola Homestay, pondok wisata, rumah wisata tahun 2020, yang menjadi salah satu jenis pelatihan yang dilokasikan oleh Kemenparekraf RI untuk dapat dilaksanakan di Kabupaten Solok.

Kemenparekraf RI menilai potensi dalam hal pengembangan homestay sebagai salah satu bentuk akomodasi berbasis masyarakat yang dapat dikembangkan di desa wisata kampung budaya. Selain itu kemenparekraf juga melihat indikator dari sisi kuantitas homestay yang telah ada di Kabupaten Solok dimana telah memiliki lebih dari 50 buah homestay sebagai salah satu persyaratan untuk pelaksanaan pelatihan.

“Harapan juga disampaikan pada pemilik dan pengelola homestay karena Kabupaten Solok sebagai salah satu daerah tujuan prioritas pariwisata di Provinsi Sumbar, belum memiliki sarana akomodasi yang cukup dan repesentatif sehingga diharapkan homestay lebih berperan dalam memenuhi aspek amenitas pariwisata,” sebut Nasripul.

Pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari dari 16 sampai 18 September 2020 di Kyriad Bumiminang Hotel Padang. Untuk pelaksanaan study lapangan akan dilaksanakan pada hari kedua ke pulau kapo-kapo di Kabupaten Pesisir Selatan.

Narasumber kegiatan yakni berasal dari akademesi pelaku homestay yaitu Dr. Sari Lenggogeni (Direktur TDC Unand), Bundo Fat pemilik dan pengelola homestay di pulau kapo-kapo yang juga pengiat wisata Sumbar.(wan)