21 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Penyelundupan 110 Kg Ganja Digagalkan

PADANG, KP – Direktorat Reserse Narkoba (Ditnarkoba) Polda Sumbar menggagalkan penyelundupan 110 kilogram (kg) narkoba yang hendak diedarkan ke Jakarta.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto, Kamis (17/9), dalam pers rilis di Mapolda Sumbar, mengatakan pengungkapkan narkoba kali ini merupakan yang yang terbesar sejak Direktur Narkoba Polda Sumbar diduduki pejabat baru, Kombes Pol Wahyu.

Sementara, Kombes Pol Wahyu menerangkan kronologis pengungkapan bermula dari informasi masyarakat yang diperoleh tim opsnal bahwa ada pendistribusian narkoba jenis ganja di daerah perbatasan Sumut menuju Sumbar dengan menggunakan mobil rental.

Berdasarkan informasi itu, tim melakukan penyelidikan dan pembuntutan terhadap satu unit kendaraan yang dicurigai jenis Toyota Avanza. Pembuntutan dimulai dari perbatasan Sumut menuju Sumbar. Mobil itu awalnya memasuki wilayah Bukittinggi namun kemudian tidak jadi ke Buktittinggi dan lanjut menuju Kota Padang.

Polisi sempat kehilangan jejak saat membuntuti tersangka. Namun mobil itu berhasil terdeteksi berada di kawasan Tabing. Tak mau kehilangan buruan, tim opsnal langsung meringkus tersangka berinisial RR (27 tahun) di Jl. Utama Durian Tarung, RT 04 RW 01, Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah. Saat dilakukan penggeledahan ditemukan Barang Bukti berupa 110 paket besar ganja dengan berat total 110 kilogram.

Dari hasil interogasi terhadap RR diketahui ganja itu akan dibawa ke Jakarta sesuai instruksi dari seseorang berinisial NN. Tersangka juga mengaku sudah dua kali membawa ganja dari Penyabungan, Provinsi Sumut. Modus operandi yang dilakukan tersangka adalah menyimpan ganja tersebut di rumah kosong sebelum dibawa ke Jakarta.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 111 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara atau hukuman mati.

“Karena barang bukti yang kita sita lebih dari 1 kg, bisa mencapai hukuman pidana mati atau penjara seumur hidup,” ujar Kombes Pol Wahyu. (tns/lgm)