Rehabilitasi Daerah Irigasi, Bobot Pekerjaan Baru Capai 36 Persen

LIMAPULUH KOTA, KP- Proyek pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan, khususnya untuk pekerjaan rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Batang Mungo di Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, anggarannya bersumber dari Pemerintah Pusat melalui program Integrated Participatory Development and Management Irrigation Project (IPDMIP) senilai Rp3,9 milliar dikerjakan olehPT. Triangula Parbaba Koridor, berjalan dengan baik tanpa ditemukan kendala berarti di lapagan.

Menurut Direktur PT. Triangula Parbaba Koridor, R. Datuak Panduko Simarajoketika ditemui di lokasi proyek kawasan objek wisata Kapalo Banda Taram, Kecamatan Harau, kemarin menyebutkan, sampai pekan ketiga September 2020 bobot pekerjaan sudah mencapai 36 persen.

“Alhamdullilah, sampai pekan ketiga September 2020 bobot pekerjaan sudah mencapai 36 persen. Meskipun minggu lalu curah hujan cukup tinggi di kawasan Kabupaten Limapuluh Kota membuat debit air di aliran Batang Mungo cukup tinggi, namun tidak berdampak terhambatnya proses pekerjaan,” ungkap R. Datuak Panduko Simarajo.

Diakui R. Datuak Panduko Simarajo, pekerjaan rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Batang Mungo yang tengah dikerjakan pihaknya ini, selain melakukan pemasangan beronjong dan pasangan batu sepanjang 500 meter di areal bendungan Kapalo Banda, juga termasuk pekerjaan dan rehablitasi saluran irigasi sepanjang 700 meter.

Jika tak ada kendala diakibatkan kondisi alam, ulas R. Datuak Panduko Simarajo, pihaknya yakin pekerjaan akan rampung 100 persen sampai batas waktu pelaksanaan yang ditetapkan dalam kontrak selama 90 hari kalender.

Rasa optmis ini, tukas R. Datuak Panduko Simarajo, dukungan masyarakat Nagari Taram, termasuk pemerintahan nagari dan jorong terhadap suksesnya pekerjaan rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Batang Mungo di Nagari Taram ini cukup tinggi.

“Buktinya, masyarakat setempat tidak pernah melakukan protes atau keberatan jika ada tanah, kebun atau areal perswahan mereka yang terkena dampak pembangunan pekerjaan rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Batang Mungo di Nagari Taram,” pungkas R. Datuak Panduko Simarajo.

Sementara itu Wali Jorong Tanjung Ateh Taram, Edison saat diminta komentarnya terkait pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Batang Mungo di Nagari Taram, memberikan dukungan untuk lancarnya pelaksanaan pekerjaan.

“Pekerjaan rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Batang Mungo di Nagari Taram kami harapkan rampung tepat waktu. Pasalnya, proyek fisik irigasi ini selain untuk kepentingan sarana irigasi pertanian masyarakat, pekerjaan juga memperbaiki bendungan Kapalo Banda yang sudah banyak mengalami kerusakan karena dimakan usia,” pungkas Edison. (dst)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

11 Tahun Menunggu, RSUD Sungai Dareh Diresmikan

Kam Sep 17 , 2020
PULAUPUNJUNG, KP – Perjuangan panjang pembangunan RSUD Sungai Dareh akhirnya menuai sukacita. 11 tahun menunggu, rumah sakit Tipe C berfasilitas mewah yang berlokasi di Jalan Lintas Sumatra KM 4 Pulaupunjung itu kini telah dapat dinikmati masyarakat Dharmasraya. Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, secara resmi melaunching pelayanan gedung baru RSUD […]