28 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Lapas Lubukbasung Panen Jagung Program Asimilasi Warga Binaan

LUBUKBASUNG, KP – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lubukbasung, Kabupaten Agam, melakukan panen jagung di lahan seluas satu hektare yang digarap melalui program asimilasi warga binaan.

Kepala Lapas Kelas II B Lubukbasung Suroto di Lubukbasung, Kamis (17/9), mengatakan panen jagung melibatkan staf dan tujuh warga binaan lapas setempat.

“Penanaman jagung itu juga mendukung program resolusi kemasyarakatan untuk ketahanan pangan,” katanya.

Ia mengatakan panen jagung itu kedua kalinya dari program asimilasi warga binaan di lahan milik lapas seluas satu hektare. Pada empat bulan lalu juga dilakukan panen jagung dengan hasil sekitar tiga ton.

Sebanyak tujuh warga binaan yang mengikuti asimilasi itu, mereka telah menjalankan masa tahanan setengah dari putusan, berperilaku baik selama menjalankan masa tahanan, kasus bukan penyalahgunaan narkotika dan lainnya.

Suroto berharapdengan program asimilasi itu mereka mempunyai kemampuan di bidang pertanian, peternakan, dan lainnya sehingga mereka bisa produktif dan menjadi tulang punggung keluarga setelah menjalankan masa tahanan.

“Tidak ada lagi mereka melakukan kejahatan dengan alasan himpitan ekonomi,” katanya.

Ia menambahkan panenan jagung akan dijual kepada pedagang pengumpul. Hasil penjualan untuk warga binaan dan disetorkan ke negara yang merupakan penghasilan negara bukan pajak (PNBP).

Pada 2020, Lapas Kelas II B Lubukbasung mendapat target PNBP sebesar Rp8,8 juta dari target seluruh lapas di Indonesia Rp7 miliar. PNBP Lapas Kelas II B Lubukbasung itu berasal dari hasil pertanian, perkebunan, penjualan batako, peternakan dan lainnya, sedangkan target PNBP Lapas Kelas II B Lubukbasung pada tahun depan Rp15 juta.

“Kita fokus kembangkan bidang pertanian dalam menanam padi di lahan seluas-seluasnya pada 2021,” katanya. (ant)