18 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Nenek Tewas Dihabisi Suami Cucu

PAYAKUMBUH, KP – Ini benar-benar kejahatan biadab. Hanya gara-gara sakit hati karena sering ditagih hutang dan serng dimarahi, seorang residivis kasus pencurian yang baru beberapa bulan keluar penjara berinsial NFT alias Rian (23 tahun) tega menghabisi nyawa nenek istrinya sendiri.

Korban bernama Ramunas (78 tahun) warga Kelurahan Padang Tangah Payobabadar, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, tewas akibat dicekik, digorok, dan ditikam oleh pelaku.

Kapolres PayakumbuhAKBPAlex Prawira didampingi Kasatreskrim AKPM. Rosidi, KBO Iptu Eridal, dan Kanit I Ipda Iga Putra kepada wartawan menjelaskan tersangka Rian yang tega melakukan perbuatan biadab tersebut ditangkap di rumah duka saat berpura-pura melayat kematian korban.

“Tersangka ditangkap enam jam setelah pihak Polres Payakumbuh mendapat laporan kasus pembunuhan. Saat ditangkap tersangka sedang berada di rumah duka yang datang bersama ibunya untuk melayat ke rumah korban,” sebut AKBPAlex Prawira.

Dijelaskannya, kasus pembunuhan itu berhasil diungkap Tim Cheetah Satreskrim dan Tim Gabungan Polres Payakumbuhsetelah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang mengaku melihat tersangka Rian datang Kamis malam (17/9) sekitar pukul 21.00 WIB ke rumah korban yang sekaligus berfungsi sebagai warung. Pembunuhan itu baru diketahui pada Jumat pagi (18/9) ketika salah seorang keluarga korban membuka warung dan terkejut melihat nenek malang itu telah tewas di lantai dengan kondisi berlumuran darah.

Setelah dilakukan identifikasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan diambil visum et repertum di RSUD Adnan WD Payakumbuh, enam jam kemudian penyidik Satreskrim Polres Payakumbuh berhasil mengungkap misteri pembunuhan terhadap korban dengan tersangka mengarah kepada Rian.

“Tersangka ditangkap di rumah dukatanpa perlawanan dan mengakui perbuatannya telah menghabisi nyawa nenek istrinya itu karena sakit hati,” ulas AKBPAlex Prawira.

Sesuai pengakuan tersangka yang diwawancarai KORAN PADANG disela-sela pemeriksaan di ruang Satreskrim Polres Payakumbuh, pria yang mengaku baru menghirup udara bebas setelah menjalani hukuman selama 4 tahun karena kasus pencurian di Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kotabeberapa tahun lalu itudengan tenang seperti tanpa penyesalan mengakui perbuatannya yang telah membunuh korban.

“Saya sakit hati karena sering diomeli dan ditagih hutang oleh korban. Bahkan, ketika saya bersama istri tinggal di rumah korban beberapa bulan, nenek istri saya itu sering mempermalukan saya kepada keluarga dan tetangga,” ucap tersangka.

Menurutnya, pada malam kejadian itu dendamnya benar-benar sudah memuncak. Diantar adik sepupunya, tersangka datang ke rumah korban dan masuk menyelinap lewat pagar belakang rumah.Setelah berhasil masuk rumah, tersangka melihat korban sedang tertidur di atas dipan di warungnya. Saat itulah leher tersangka mencekik leher korban. Namun korban berusaha melawan dan jatuh ke lantai. Dengan keji tersangka terus melanjutkan aksinya hingga akhirnya korban tewas setelah tersangka menggunakan senjata tajam jenis pisau. Usai menghabisi korban, tak sengaja dia menyentuh kantong baju wanita malang itu dan menemukan segepok uang lalu mengambilnya serta melucuti cincin emas di jari dan anting di telinga korban.

“Sekitar pukul 23.30 WIB saya keluar dari warung korban lewat pintu belakang dan menyelinap di sawah untuk kemudian sampai di daerah Tiakar Payobasung, Payakumbuh Timur. Saya meminta tolong kepada seseorang untuk mengantar ke tempat tinggal saya di Nagari Batu Balang, Kecamatan Harau. Saya sampai di rumah sekitar pukul 01.00 WIB dan tidak menceritakan peristiwa itu kepada istri saya,” ujar tersangka Rian.

Pada Jumat pagi datang pihak keluarga istrinya memberitahu kabar duka kematian korban. Karena untuk pergi melayat ke rumah duka ibunya tidak ada yang bisa mengantar, akhirnya tersangka terpaksa mengantar ibunya.

“Selama berada di rumah duka, saya berusaha tenang dan tidak gelisah. Namun beberapa jam kemudian polisi menangkap saya saat masih berada di rumah duka,” ujar tersangka.

Kapolres PayakumbuhAKBPAlex Prawira menyebuttersangka terancam dihukum 15 tahun penjara. Barang bukti berupa sebilah pisau, uang ratusan ribu rupiah, serta perhiasan emas cincin dan anting korban tela diamankan sebagai barang bukti,” pungkas AKBPAlex Prawira. (dst)