27 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Pemkab Padangpariaman Kenalkan Budaya Batik Tulis ke Generasi Muda

PARIAMAN, KP – PemkabPadangpariamanmengenalkan budaya batik tulis kepada generasi muda yang menjadi finalis pada pemilihan Duta Budaya 2020 tingkat daerah itu guna melestarikan warisan nusantara.

“Ini bagian dari kegiatan pemilihan Duta Budaya Padang Pariaman 2020, namun substansinya adalah mengenalkan budaya yang ada di Padang Pariaman dan menyampaikannya kepada masyarakat terutama untuk generasi milenial,” kata Kepala Bidang Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padang Pariaman Suhatman di Nan Sabaris, Kamis (17/9).

Ia menambahkan banyak kebudayaan di Padang Pariaman yang harus diketahui masyarakat luas dan dilestarikan agar tidak hilang. Menurutnya, kebudayaan yang dimaksud tidak saja tradisi namun juga batik yang merupakan kebudayaan dari Jawa namun sudah menjadi warisan nusantara.

Di Padangpariaman, lanjutnya, batik sudah disesuaikan dengan lingkungan sekitar yaitu dengan membuat motif sesuai dengan kekayaan alam, di antaranya kelapa, kakao, dan ikan.

Sebelum menuju sentra pelatihan membatik di Padang Pariaman, pihaknya membawa peserta ke Stasiun Kayu Tanam yang merupakan peninggalan bersejarah karena bagian dari tambang batu bara Ombilin di Sawahlunto yang telah diakui UNESCO.

“Awalnya pesertanya pada Februari 2020 ada 50 orang, namun karena pandemi kegiatan ditunda dan sekarang dilanjutkan lagi dengan jumlah peserta tersisa setelah seleksi 20 orang, lalu besok untuk ‘grand’ finalnya,” terangnya.

Sebanyak 20 finalis tersebut terdiri atas 10 rang mudo atau sebutan peserta laki-laki dan 10 puti bungsu untuk peserta perempuan dengan rentang usia peserta 15 sampai 25 tahun.Ia berharapdengan pengenalan tersebut finalis Duta Budaya dapat menyampaikannya kepada masyarakat luas terkait dengan budaya dan sejarah di Padangpariaman.

Salah seorang finalis Duta Budaya Padang Pariaman 2020, Cindila S. (16), mengatakan meskipun dirinya sudah lama mengenal batik namun baru pertama kali melakukan aktivitas membatik.

“Meskipun harus hati-hati karena panas tapi ternyata seru dan mengasyikkan,” ujarnya.

Ia mengatakan batik dapat menjadi peluang usaha karena digemari banyak lapisan masyarakat serta telah menjadi warisan budaya nusantara. (ant)