18 April 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Penipu Mengaku Wakapolda Lampung Diringkus

SOLOK, KP – Berbagai cara dilakukan oleh penipu untuk meraih keuntungan pribadi. Bahkan mereka tidak segan-segan mencatut nama pejabat aparatur negara seperti kepolisian. Di Kota Solok, seorang warga Lubuk Sikarahberinisial DH (49 tahun)berhasil menjalankan rencana bulusnya untuk menipu korban denganmengakusebagai Wakapolda Lampung dan menjamin bisa memasukan anak korbanmenjadi anggota polisi.

Lantaran ingin anaknya masuk menjadi anggota polisi, maka korban menyetorkan uang hingga mencapai Rp100 juta lebih kepada pelaku. Namun, Polres Solok Kota berhasil mengungkap kasus penipuan ini dan menciduk pelaku.

Kapolres Solok KotaAKBP Ferry Suwandimelalui Kasatreskrim Iptu Defriantokepada KORAN PADANG, Jumat (18/9), mengungkapkan tersangka DH ditangkap di Nagari Tikalak, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok pada Rabu malam (16/9) sekitar pukul 22.30 WIB.Penangkapan tersangka dilakukan berdasarkan laporan korban atas nama Iswan (50 tahun) dengan nomor LP/127/B/IX/2020/Polres Solok Kota.

Iptu Defrianto menjelaskan kronologis kejadian berawal berawal sekira bulan Mei lalu ketika korban Iswan yang merupakan warga Jorong Simpang IV, Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok, berkenalan dengan seorang laki-laki berinisial E. Kepada korban, E mengaku punya paman yang menjabat Wakapolda Lampung dan bisa memasukan anak korban menjadi anggota polisi.E lantas memberikan nomor HP ‘pamannya’ tersebut kepada korban dan kemudian korban menghubungi ‘si paman’ yang ternyata adalah pelaku berinisial DH. Kepada korban, DH meyakinkan bahwa dia adalah Wakapolda Lampung dan bisa membantu anak korban lulus menjadi anggota polisi.

“Tersangka DH meminta uang kepada korban sebanyak Rp100 jutanamun bisa dengan cara mencicil. Korban kemudian mengirimkan uang dengan total keselurahan mencapai Rp106.900.000kepada tersangka melalui transfer bank. Namun, anak korban tidak juga lulus tes polisi,” sebut Iptu Defrianto.

Korban kemudian menghubungi tersangka dan menanyakan kenapa anaknya tidak juga lulus tes polisi namun tersangka tidak bisa dihubungi lagi. Yakin telah jadi korban penipuan, korban melapor kepolisi. Dari hasil penyelidikan,lokasi keberadaan tersangka berhasil terdeteksi dan langsung dilakukan penangkapan di daerah Tikalak.

“Pelaku berinisial E saat ini dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Sedangkan tersangka DH dijerat Pasal 378 KUHPtentang penipuan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara,” ujar Iptu Defrianto.

Saat pelaku telah diamankan di Mapolres Solok Kota bersama barang bukti dua buah handphone,1 buah buku tabungan Bank Mandiri, 1 buah ATM Mandiri, dan 2 stel pakaian. (wan)