27 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

ANGGARAN PEMBINAAN TIDAK DIREFOCUSING, Pemprov Sumbar BeriPerhatian Penuh pada Atlet

PADANGPANJANG, KP – Atlet Sumatra Barat yang tengah dipersiapkan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2021 di Provinsi Papua, beruntung mendapat perhatian penuh Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar yang sudah memperjuangkan anggaran untuk olahraga. Sehingga mereka tak terdampak Pandemi Covid-19. Karena kecintaan kepada olahraga juga, orang nomor satu dan dua di Ranah Minang itu tidak jadi merefocusing anggaran pembinaan atlet menjadi kebutuhan pencegahan Pandemi Covid-19.

“Anggaran semua dinas di Sumbar habis direfocusing. Anggaran KONI Sumbar juga direcofusing Rp 16 miliar, tapi itu untuk keberangkatan ke Papua karena PON tidak jadi dilaksanakan tahun ini. Tapi anggaran untuk pembinaan atlet tidak kami recofusing, karena kebutuhan atlet yang utama,” ucap Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, dalam pemaparan pembekalan atlet dan pelatih cabor lolos PON, Sabtu (19/9).

Nasrul Abit mengakui, sangat kagum dengan keaktifan KONI Sumbar dalam menjalankan semua program, sehingga mau tidak mau Pemprov harus selalu menganggarkan dana untuk olahraga. “Semua program KONI Sumbar jalan, meski masa Pandemi ini masih berlangsung. Paling penting jalankan semua kegiatan dengan Protokol Covid-19,” katanya.

Selain penganggaran untuk pembinaan atlet dan pelatih, peranan Pemerintah untuk olahraga sebut Nasrul Abit, adalah melaksanakan pembangunan infrastruktur penunjang olahraga. Saat ini, Pemprov Sumbar sedang membangun Main Stadium di Padangpariaman. Fungsinya untuk jangka pendek adalah kegiatan pelaksanaan MTQ Nasional. Namun untuk jangka panjang bisa dipakai atlet dan pelatih mengembangkan olahraga.

Ke depan sebutnya, Sumbar bertekad menjadi tuan rumah di PON 2028. Maka dari itu, semua persiapan harus dilaksanakan dari saat ini. Mengingat bakal banyak keuntungan yang bisa didapat apabila Sumbar jadi tuan rumah. “Yang paling pasti dari segi ekonomi bakal mengalami peningkatan luar biasa apabila menjadi tuan rumah PON. Selain itu juga jumlah sarana infrastruktur olahraga meningkat pesat, ” ulasnya.

Di tempat yang sama, Ketua KONI Sumbar Syaiful, sangat berterimakasih atas perjuangan Pemprov Sumbar, khususnya Wakil Gubernur yang telah mempertahankan anggaran untuk KONI. “Alhamdulillah anggaran yang dialokasikan untuk KONI Sumbar sudah disalurkan untuk uang pembinaan atlet serta konsumsi atlet. Tinggal lagi pembelian peralatan latihan dan pertandingan atlet. Sudah selesai lelang, karena Pandemi Covid-19 butuh waktu untuk mendistribusikannya. Namun segera kita distribusikan,” ucap Syaiful merinci.

Ia menyebut, olahraga Sumbar butuh seorang pemimpin seperti Nasrul Abit. Sebagai contoh, Beliau pada PON 2016 lalu sebagai Ketua Kontingen, tak henti-hentinya memotivasi atlet. Bahkan selama dua minggu atlet berjuang, tak pulang-pulang ke Sumbar karena menemani atlet. “Berkat motivasi beliau jugalah, Sumbar berada di peringkat 11 dengan 14 emas. Perolehan emas terbanyak Ranah Minang dalam edisi 6 PON terakhir,” ungkapnya.

Syaiful berharap, Nasrul Abit bisa menjadi Ketua Kontingen Sumbar pada PON XX tahun 2021 mendatang. Agar prestasi Sumbar semakin meningkat, baik dari sisi peringkat maupun jumlah perolehan emas.

Sedangkan Walikota Padangpanjang H. Fadly Amran mengajak para atlet agar selalu bersemangat dan tak henti berlatih. Menurutnya, proses tidak akan mengkhianati hasil. Para atlet diminta tidak menyia-nyiakan kesempatan yang tidak dapat dimiliki semua orang itu.

“Ingat proses yang sudah dilalui, ingat apa yang sudah kita korbankan, waktu tenaga yang sudah kita korbankan,” terangnya.

Dikatakannya, menjadi seorang atlet merupakan profesi yang tak bisa dipandang sebelah mata. Negara maupun masyarakat turut memberikan apresiasi kepada para atlet berprestasi. Di antara atlet-atlet berprestasi itu bahkan bisa hidup dengan mapan.

Wako Fadly juga mengajak para atlet agar menjadi pribadi yang disiplin, karena kedisiplinan merupakan salah satu  kunci keberhasilan. Seyogyanya, lanjut wako, PON ke-XX Papua tersebut diselenggarakan tahun ini. Namun karena kondisi Covid-19 diundur menjadi tahun 2021 mendatang. Meski demikian, atlet PON Sumbar terus meningkatkan kualitas untuk mempersembahkan yang terbaik bagi Sumbar. (sup/*)