18 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Dr. Rosi Nurasjati Tularkan ‘Ilmu Sakti’ Kepada Atlet PON Sumbar

PADANGPANJANG, KP – Pemilikhak patenHipno Champion’ Dr. Rosi Nurasjati, tularkan ‘ilmu sakti’ yang dimiliki nya kepada atlet Sumatra Barat yang tengah dipersiapkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menghadapi PON XX tahun 2021 di Papua, dalam kegiatan pembekalan di Mifan Water Park, Sabtu (19/9). Ilmu sakti yang ia dapatkan ketika menjadi atlet karate di masa muda era 1990an serta menjadi pelatih pada masa nya itu, dengan ikhlas diberikan kepada duta pejuang olahraga Ranah Minang.

Dalam materinya, Dr Rosi mengatakan, dengan hipnotis diri sendiri sebelum bertanding ditambah latihan keras, membuat mental menjadi kuat dan kepercayaan diri menjadi berlipat ganda. “Dengan kita menghipnotis diri kita sendiri dengan pemikiran positif, maka apa yang kita pikirkan menjadi suatu kenyataan di saat bertanding. Saya sendiri sering menghipnotis diri saya sebelum bertanding di semua kejuaraan yang diikuti. Alhasil semua pertandingan berhasil dimenangkan,” tutur wanita yang pernah menjadi Dosen Institut Teknologi Bandung Jurusan Teknologi Olahraga itu.

Ia mengakui, ilmu hipnotis itu didapatkan dari teman yang mengajaknya menghipnotis diri sendiri saat ia merasa down usai pensiun sebagai atlet. Setelah sekali dua kali ikut berjalan dengan lancar, serta yang ketiga mendapat sertifikat advance, dirinya mulai merasa kecanduan. Waktu jadi atlet, wanita yang memperoleh predikat Doktor di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu juga mengakui, ilmu hipnotis yang dahulunya bernama ilmu visualisasi dengan berpikir positif sudah dilakukan secara otodidak.

“Ada suatu kondisi kehidupan saya down saat pensiun jadi atlet. Karena saya mikir negatif dahulunya, ketika jadi atlet dan memiliki prestasi banyak serta dikenal semua orang, setelah pensiun tak dikenal orang lagi. Guna mengembalikan rasa percaya diri saya di titik minus pada saat itu, bahkan saya sudah hopeless, ada yang mengajak saya ikut mendalami hipnotis ini. Setelah saya ikut beberapa kali, dan sebelumnya ketika jadi atlet sudah saya rasakan sendiri manfaatnya. Kini saya tularkan ilmu saya ke seluruh atlet Indonesia, khususnya di Sumbar,” tuturnya.

Rosi yang mendapat beasiswa S2 Universitas Padjajaran (Unpad) itu menginginkan atlet Sumbar dalam mempersiapkan diri sebelum PON, selain mengasah kemampuan teknik dan fisik, juga mengasah kemampuan bawah sadar yang lebih menitikberatkan pada motivasi intrinsik.

“Apabila kemampuan bawah sadar kita mengatakan kita kalah, maka kita pasti kalah. Jika ingin menang, pasti menang. Selama ini kita tak sadar dengan pikiran bawah sadar ini. Mulai saat ini, atlet semua gunakan kemampuan bawah sadar ini,” tegasnya.

Ia mengajak semua atlet Sumbar untuk selalu berpikir positif, karena dari hasil pemikiran itulah nantinya yang akan mempengaruhi diri saat bertanding. Jika visualisasi diri positif, maka hasilnya sesuai yang diharapkan. Sebaliknya apabila sudah berpikir negatif, maka hasilnya pun sesuai yang dipikirkan.

“Bahkan apabila ada orang yang meremehkan kemampuan kita, seharusnya ini menjadi motivasi untuk membungkam hal itu. Jangan sampai orang meremehkan kita, kita malah down pula. Saya punya pengalaman saat akan bertanding di kejuaraan dunia karate saat pelatih saya sendiri tak mempercayai kemampuan saya saat diwawancarai media. Alhamdulillah, saya berhasil balikkan keadaan dan masuk ke final, yang menjadi target pribadi saya saat itu,” urainya. (sup)