24 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Fenomena Hari Tanpa Bayangan Terjadi di Sejumlah Wilayah di Sumbar

PADANG, KP – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Padangpanjangmemperkirakan fenomena kulminasi utama matahari atau disebut sebagai hari tanpa bayangan akan terjadi di sejumlah wilayah di Sumbar selama satu minggu ke depan, mulai hari ini, Senin (21/9) hingga 27 September mendatang.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Padang PanjangMamuri, Minggu (20/9), mengatakan kulminasi utama merupakan fenomena ketika matahari tepat berada di posisi paling tinggi dengan deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat. Saat itu matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat sehingga bayangan benda yang tegak seakan terlihat menghilang karena bertumpuk dengan benda itu sendiri.

“Maka banyak yang menyebutkan bahwa hari kulminasi utama itu dikenal sebagai hari tanpa bayangan,”jelasnya.

Fenomena hari tanpa bayangan tersebut hanya terjadi dua kali dalam setahun dan waktunya pun tidak jauh saat matahari berada di khatulistiwa.Menurut diahal itu terjadi karena posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator.

“Hari tanpa bayangan biasanya terjadi pada tengah hari, di saat itu matahari tepat berada 90 derajat di atas benda atau badan kita. Akibatnya bayangan tersebut akan jatuh tepat di dasar benda atau di bawah kaki seseorang. Sehingga terlihat seolah-olah bayangan tersebut tidak ada.Fenomena hari tanpa bayangan tersebut diperkirakan akan terjadi pada 21hingga 27 September 2020,” kata dia.

Lebih lanjut ia menyebutkan sejumlah wilayah di Sumbar yang mengalami kulminasi matahari pada 21 September 2020 diperkirakan terjadi di wilayah Simpang Empat Kabupaten Pasaman barat pada pukul 12.13 WIB dan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman pada pukul 12.12 WIB.Kemudian pada 22 September 2020 diperkirakan terjadi di Bukittinggi dan Lubuk Basung Kabupaten Agam pukul 12.11 WIB atau 12.12 WIB.

Selanjutnya 23-25 September 2020 diperkirakan akan terjadi di Pariaman, Paritmalintang, Padang, Arosuka, Painan, Solok, Payakumbuh, Sarilamak, Padangpanjang, Batu Sangkar, Sungai Dareh, Muaro Sijunjung, dan Sawahlunto. Terakhir, pada 26-27 September fenomena hari tanpa bayangan terjadi di Tua Pejat dan Padang Aro.

Mamuri mengimbau agar masyarakat menggunakan pelindung diri untuk mengurangi sengatan matahari. Kemudian membawa bekal dan minum yang cukup untuk menghindari dehidrasi terutama bagi yang beraktivitas di luar lapangan. (ant)