27 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

KPU Bukittinggi Tetapkan DPS 77.331 Pemilih

BUKITTINGGI, KP – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bukittinggi, launching Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilkada serentak tahun 2020 tingkat Kota Bukittinggi. Dari data yang telah dikumpulkan KPU, tercatat sebanyak 77.331 pemilih dalam DPS tahun 2020.

Komisioner KPU Bukittinggi divisi perencanaan, data dan informasi, Zulwida Rahmayeni dalam Jumpa Pers di kantor KPU Bukittinggi, Sabtu (19/9) menjelaskan, pengumuman DPS dilaksanakan serentak di setiap kelurahan. DPS diharapkan dapat dicermati masyarakat agar melihat langsung telah masuk dalam DPS atau belum.

“Data yang telah dilaunching hasil pemutakhiran data sejak beberapa bulan terakhir, KPU menetapkan sebanyak 77.331 pemilih telah masuk dalam Daftar Pemilih Sementara Pilkada serentak tahun 2020. Kita harapkan masyarakat dapat aktif melihat data dalam DPS yang sudah dipasang di kelurahan,” jelasnya.

Dari 77.331 pemilih itu jelasnya, dirincikan pemilih laki-laki sebanyak 37.896 pemilih dan pemilih perempuan sebanyak 39.435 pemilih. Untuk Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, terdapat 33.868 pemilih, Kecamatan Guguak Panjang 25. 962 pemilih dan Kecamatan ABTB 17.501 pemilih.

Diakui Zulwida, adanya penurunan daftar pemilih dari DPT Pemilu 2019 lalu. Pada DPT, tercatat sebanyak 81.447 pemilih, sedangkan pada DPS tahun 2020 terdata sebanyak 77.331. Artinya, terjadi selisih 4.116 pemilih. “Selisih ini terjadi karena memang banyaknya terjadi mobilisasi perpindahan masyarakat Bukittinggi. Hal itu disimpulkan bukan tanpa alasan, namun hasil kerja petugas PPDP kita di lapangan,” ungkapnya.

Zulwida juga memaparkan, pemilih tidak memenuhi syarat sebanyak 17.217, seperti ada yang meninggal 1.748 orang, ganda 7 orang, di bawah umur 5 orang, pindah domisili 4.397, pemilih tidak dikenal 6.907, alih status menjadi anggota TNI 23 orang, alih status menjadi anggota Polri 15 orang, bukan penduduk setempat 4.113. Selain itu juga ada beberapa faktor lain yang membuat warga dinyatakan tidak memenuhi syarat sebagai daftar pemilih.

Khusus untuk meninggal dunia yang jumlahnya mencapai 1.748 orang, menurut Zulwida angka itu bukan kematian dalam satu tahun, namun merupakan angka beberapa tahun belakangan ini. Di mana banyak warga tidak melaporkan kematian keluarganya ke Dinas Dukcapil untuk mendapatkan akte kematian. Sehingga namanya tetap tercatat sebagai pemilih Kota Bukittinggi. 

Sementara itu Ketua KPU Kota Bukittinggi, Heldo Aura menjelaskan, launching DPS di setiap kelurahan bertujuan untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa telah dilaksanakan pemutakhiran data dan telah ditetapkan dalam DPS. Mulai 19 hingga 28 September, warga yang belum terdata dalam DPS dapat menyampaikan hal itu di kelurahan setempat.

“Kita tetap berharap seluruh pemilih telah terdaftar di daftar pemilih. Sehingga tidak ada lagi pada hari pemilihan 9 Desember, pemilih yang menggunakan KTP ke TPS. KPU akan tetap memaksimalkan sosialisasi pemilih dan KPU targetkan partisipasi pemilih di atas 80 persen, meskipun target secara nasional partisipasi pemilih 77,5 persen,” pungkasnya. (eds)