20 Juni 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

RP54 MILIAR TELAH DIKUCURKANUNTUK PEMBANGUNAN KEAGAMAAN, F.C. DT. Tun Muhammad : Pembangunan Fisik dan Non FisikCukup Seimbang

PERHATIAN Pemerintah Kota Bukittinggi dalam pembangunan bidang keagamaan dibawah kepemimpinan Walikota H.Ramlan Nurmatias dan Wakil Walikota H.Irwandi, tidak dapat dipandang sebelah mata. Pasalnya, sejak tahun 2016 hingga 2020tercatat sudah Rp54 miliar lebih dana sudah diarahkan dan “dilekatkan” untuk pembangunan bidang keagamaan.

Hal tersebut jelas menjadi fakta untuk menepis “tuduhan” atau anggapan sekelompok mayarakat, yang menilai Walikota Ramlan Nurmatiastidak fokus dan tidak memperhatikan bidang keagamaan selama kepemerintahannya. Dana Rp54 miliar lebih itu, dirasa sangat luar biasa, dalam pembangunan baik fisik maupun non fisik di bidang keagamaan.

Seperti data yang ada di Bagian Kesra Setdako Bukittinggi,dimanadari angka Rp54 miliar lebih itu, dibagi dalam dua poin besar. Pertama, pelaksanaan pembangunan non fisik melalui program peningkatan pemahaman, pengalaman kehidupan beragama sebesar Rp31miliar lebih. Kedua, dana hibah yang juga dicair kan melalui bagian kesra sebesar Rp 22 miliar lebih.

Untuk program peningkatan pemahaman,pengalaman kehidupan beragamadijelaskan, terdapat 21 kegiatan yang bisa dikatakan rutin dilaksanakan setiap tahun dengan dukungan dana APBD Kota Bukittinggi. Kegiatan yang dimaksud menyentuh semua kalangan, mulai dari masyarakat umum ataupun kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Bukittinggi.

Walikota Bukittinggi, H.Ramlan Nurmatiasmenjelaskan, memang setiap kegiatan di Pemko Bukittinggi yang berafiliasi pada kepentingan masyarakat umum, dan selalu jadi prioritas. Salah satunya bidang keagamaan ini, dimana memang tidak bisa dipungkiri, setiap tahun terdapat anggaran miliaran rupiah untuk itu.

Contohnya, wirid pengajian Korpri yang rutin dilaksanakan setiap minggu atau satu kali dua minggu. Selama lima tahun ini dianggarkan untuk kegiatan itu Rp227 juta lebih. Tujuannya, tentu bagaimana memberi pendalaman tentang keagamaan untuk pegawai agar bekerja karena Allah, menjaga amanah yang diberikan dan terhindar dari tindakan yang melanggar agama.

“Kami juga sinergikan ASN dengan masyarakat umum, melalui program zakat, dimana sebagian besar ASN menyisihkan zakatnya diserahkan melaluk Baznas untuk mustahik (orang yang berhak). Setiap tahun, sekitar Rp2 miliar zakat ASN yang dikumpulkan untuk mustahik ,” jelas Ramlan.

Selain untuk pegawai, cukup banyak kegiatan keagamaan yang dilaksanakan untuk masyarakat umum dan didukung Pemko Bukittinggi. Seperti, pelepasan dan penyambutan jemaah haji yang dalam lima tahun ini dianggarkan sebesar Rp1,3 miliar.

Tabligh akbar dianggarkan sebesar Rp625 juta. MTQ tingkat Kota Bukittinggi, yang sudah dibiayai APBD selama lima tahun terakhir sebesar Rp1,8 miliar lebih. Kegiatan MTQ tingkat provinsi Sumbar, juga di danai APBD sebesar Rp2,9 miliar lebih dalam lima tahun terakhir.

“Kita juga sudah melaksanakan kegiatan untuk mendukung pemahaman warga untuk pelaksanaan salat jenazah. Buktinya dalam lima tahun terakhir, kegiatan itu kita sasar kepada remaja masjid, sehingga nantinya bisa mahir menyelenggarakan jenazah. Kita anggarkan itu sebesar Rp58 juta. Kita juga bantu organisasi keagamaan dalam lima tahun terakhir dengan jumlah Rp386 juta lebih,” ungkap Ramlan.

Dikatakan walikota,pada umumnyanilai anggaran yang diplot untuk kegiatan keagamaan, naik setiap tahunnya. Seperti, pemberian bantuan tunjangan kesejahteraan guru MDTA, TPQ, TKQ, TPSA, Pondok Pesantren, garin masjid dan mushala.

“Tahun 2016 dianggarkan sebesar Rp1,9 miliar lebih,2017 kita naikkan menjadi Rp3,2 miliar lebih, 2018 dan 2019 naik lagi menjadi Rp3,4 miliar lebih, tahun 2020 ini kita naikkan lagi menjadi Rp 3,6 miliar lebih. InsyaAllah semua kita perhatikan. Guru dan garin ini sangat kita perhatikan,karena mereka punya peran besar dalam peningkatan keagamaan bagi generasi muda.Mungkin dulu para guruMDTA mendapat Rp300 ribu per bulan, sekarang mereka terima Rp500 ribu perbulan, yang diberikan satu kali tiga bulan,” jelas Ramlan Nurmatias.

Di Kota Bukittinggi saat ini terdata sebanyak 424 orang guru MDTA, TPQ, TPSQ, Pondok Alquran, Pondok Pesantren. Sementara itu, juga terdata sebanyak 138 garin masjid/mushala di Bukittinggi. Masing-masing guru dan garin masjid itu, menerima tunjangan kesejahteraan Rp1.500.000 per triwulan.

Walikota Ramlan Nurmatias juga komit, untuk setiap pembangunan sekolah, harus dibangun satu musala yang representatif. Sehingga pada jam salat para pelajar bisa salat berjamaah.

“Pendidikan berkarakter harus dimulai dari dini, termasuk dari tingkat SD ini. Kita jadikan generasi penerus yang pintar serta memiliki iman dan taqwa. Tamat SD minimal pelajar kita sudah bisa jadi imam, minimal imam bagi teman-temannya,” ujar Ramlan.

Sementara ituuntuk dana hibah,Walikota Ramlan Nurmatias bersama DPRD juga tidak tanggung-tanggung memberikan bantuan untuk masjid dan mushala yang ada di Bukittinggi. Tercatat dalam lima tahun terakhir,sudah diserahkan dana hibah bidang keagamaan ini sebesar Rp22 miliar lebih.

“Ini juga meningkat setiap tahunnya.Tahun 2016 lalu belum ada danahibah, 2017 mulai kita anggarkan sebesar Rp2,4 miliar lebih, 2018 naik menjadi Rp3,8 milar lebih, 2019 naik lagi menjadi Rp4,8 miliar lebih. Luar biasa di tahun 2020 ini kita anggarkan dana hibah untuk kegamaan, seperti pembangunan masjid dan musala, YPA dan lainnya itu sebesar Rp11,8 miliar lebih,” ungkapnya.

Dana hibah itu telah diserahkan sesuai aturan yang berlaku. “Misalnya pene rima berhak diberikan hibah satu kali dua tahun. Ada perencanaannya, proposal nya lengkap. Intinya apapun kegiatannya, administrasi nomor satu. Jadi dalam melangkah tidak perlu takut, karena semua sesuai aturan. Karena jadi walikota ini, ibadahnya cukup banyak, bisa membantu warga dengan kebijakan yang berdampak pada kepentingan masyarakat banyak, tapi harus diingat, bukan untuk kepentingan kelompok atau perorangan,” tegasnya.

Salah seorang Ninik Mamak, F.C. DT. Tun Muhammad, mengakui tingginya perhatian Pemko Bukittinggi lima tahun terakhir ini di bidang keagamaan.Salah satunya untuk pembangunan Masjid Tablighiyah Garegehbersamadengan Anggota DPRD melalui pokirnya, pemko sudah bantu pembangunan masjid sebesar Rp3,2 miliar lebih.

“Kami sangat berterima terima kasih kepada Walikota Bukittinggi yang sudah memberikan perhatian dan bantuan untuk kelanjutan pembangunan Masjid Tablighiyah. Begitu juga kepada ketiga anggota DPRD periode 2014-2019 yang sudah menganggarkan dana pokirnya. Kami juga tahu tidak hanya masjid Tablighiyah saja yang dibantu, banyak masjid lain yang juga dibantu, seperti Masjid Jami’ Aua Kuniang, Birugo dan lainnya,” ungkap Inyiak F.C. DT. Tun Muhammad.

Selain Pemko Bukittinggi, pembangunan non fisik bidang keagamaan juga dilakukan oleh TP PKK yang selalu sinergi dengan program pemerintah daerah. Sebut saja, sekolah keluarga yang didalamnya terdapat pelajaran terkait agama, bagaimana membina rumah tangga sesuai aturan agama, parenting pranikah, dan kegiatan lainnya yang dilaksanakan TP PKK melalui pokja I nya.

“Data tersebut menjadi bukti bahwa Pemko Bukittinggi di bawah kepemimpinan Walikota Ramlan Nurmatias, sangat memperhatikan bidang keagamaan. Pembangunan fisik yang dilaksanakan seimbang dengan pembangunan non fisik. Dimana pembangunan fisik itu dilakukan tentunya akan berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)