18 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Wako Ramlan Letakkan Batu Pertama Pembangunan Kantor Kredit Mikro “Lumbuang Nagari”

BUKITTINGGI, KP – Walikota Bukittinggi, H. Ramlan Nurmatias bersama dua anggota DPRD Bukittinggi, Dedi Fatria dan H. Ibra Yaser, ninik mamak, tokoh masyarakat serta disaksikan bundo kanduang, meletakkan batu pertama pembangunan Kantor Kredit Mikro “Lumbuang Nagari” Jorong Koto Selayan, Kelurahan Garegeh, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS), Sabtu (19/9). Pembangunan Kantor Kredit Mikro Nagari yang diprakarsai Kerapatan Adat Nagari (KAN) Koto Selayan itu merupakan ‘mambangkik batang tarandam’ dalam rangka menyelamatkan aset nagari Jorong Koto Selayan.

Sekretaris Tim Pemulihan Aset Jorong Koto Selayan, Dedi Fatria yang juga Anggota DPRD Bukittinggi pada kesempatan itu menjelaskan tentang perjuangan mengembalikan aset nagari yang telah berlangsung selama 95 tahun tersebut. Di mana dalam prosesnya terdapat surat permintaan pengembalian aset oleh empat orang Pangka Tuo Nagari Koto Selayan. Namun Pemda Bukittinggi waktu itu tidak yakin toko itu milik Nagari Koto Selayan, tapi milik pemerintah daerah.

“Jorong Koto Selayan menguasai toko dari tahun 1925-1958 dan sejak 1958-1979, dikuasai pemerintah Kota madya Bukittinggi dalam rangka penyelamatan aset saat pergolakan. Selanjutnya, selama aset Jorong Koto Selayan dipindahkan ke Pasar Banto, hasil sewanya tidak dapat dimaksimalkan selama lebih kurang 20 tahun,” jelasnya.

Lanjutnya, sejak 20 April 2008, pengurus KAN Koto Selayan, membentuk tim pemulihan aset nagari Jorong Koto Selayan, yang bertugas untuk mendudukkan kembali keberadaan toko aset nagari Koto Selayan yang saat itu berdiri di atasnya sebuah bangunan yang dimanfaatkan Pemko Bukittinggi sebagai pusat informasi pariwisata.

“Selama 4 tahun bekerja, akhirnya pada tahun 2012 Walikota Bukittinggi saat itu H. Ismet Amzis, menandatangani Surat Walikota tentang pengembalian/penyerahan hak atas tanah KAN Koto Selayan dan rencana hibah bangunan yang berada di atas tanah itu. Namun perjuangan belum berakhir sampai keluarnya surat persetujuan DPRD tentang persetujuan penghapusan dan hibah barang milik Pemko Bukittinggi yang ditandatangani oleh Beny Yusrial sebagai Ketua DPRD saat itu,” lanjut Dedi Fatria.

Kemudian jelasnya, pada 6 Agustus 2015 ditandatangani naskah perjanjian hibah daerah antara pemerintah Kota Bukittinggi dengan KAN Koto Selayan tentang pemberian gedung kantor pusat informasi Bukittinggi yang berada di Areal Pasa Ateh kepada KAN Koto Selayan. “Untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada Pemko Bukittinggi melalui Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias dan seluruh tim pemulihan aset nagari, sehingga agar dikembalikannya aset nagari ini. Kami juga ucapkan selamat kepada KAN yang telah berhasil membeli sebidang tanah untuk pembangunan Lumbuang Nagari Koto Selayan dan terima kasih kepada Walikota Ramlan Nurmatias yang akan membantu pembangunan Lumbuang Nagari Koto Selayan ini,” ujar Dedi Fatria.

Salah seorang Niniak Mamak, Feri Chova DT. Tun Muhammad pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada ninik mamak dan seluruh pihak yang terlibat dalam mengembalikan aset nagari itu. “Lumbuang Nagari merupakan pengembangan aset Koto Selayan yang tentunya akan dapat membantu perekonomian masyarakat, khususnya di Jorong Koto Selayan. Di mana nantinya kami harapkan pengelolaan usaha kredit mikronya dapat berjalan dengan berbasis kemasyarakatan,” ujarnya diamini Ketua KAN Koto Selayan, M. E. DT. Yang Panjang.

Sementara itu Walikota Bukittinggi H. Ramlan Nurmatias, atas nama pemerintah sangat mendukung penuh pembangunan kantor Kredit Mikro Nagari “Lumbuang Nagari” itu. Apalagi sejarahnya jelas dan tujuannya juga membantu perekonomian masyarakat. “Garegeh ini juga luar biasa, perkembangannya sangat pesat. Ini akan kita dukung dan dorong terus. Pemko akan siap bantu pembangunannya sesuai aturan berlaku. Lumbuang Nagari ini tentu akan menjadi contoh bagi KAN lain. Ini sangat luar biasa, sehingga peningkatan ekonomi masyarakat dapat kita upayakan bersama melalui Lumbuang Nagari ini,” pungkasnya. (eds)