9 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Dua Ruas Jalan Nasional Amblas dan Tertimbun Longsor

LUBUK BASUNG, KP – Dua ruas jalan nasional yang menghubungkan Sumbar dengan provinsi tetangga sempat putus akibat bencana alam, Senin (21/9). Kedua ruas jalan nasional itu berlokasi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Limapuluh Kota.

Jalan lintas nasional di Jorong Pulupuh, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agamamblas, Senin (21/9). Akibatnya arus lalu lintas di sekitar lokasi menjadi terganggu.

Jalan lintas nasional tersebut menghubungkan Kota Bukittinggi menuju Kabupaten Pasaman serta menuju Sumatra Utara. Pasca-kejadian diberlakukan sistem buka tutup arus lalulintas.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten AgamLutfhi mengatakanamblasnya jalan lintas nasional itu akibat curah hujan yang tinggi. Ia membenarkan jalan yang amblas itu merupakan ruas jalan nasional.

“Ke Sumatra Utara juga melewati jalur ini,” katanya,kemarin.

Ia mengungkapkan sistem buka tutup yang diberlakukan membuat arus kendaraan sedikit tersendat. Untuk itu, pihaknya mengerahkan dua alat berat untuk menangani amblasnya jalan tersebut agar arus lalulintas kembali normal secepatnya.

“Pengerjaan jalan dengan mengambil sisi tebing. Selanjutnya jalan amblas diberi batu bronjong,” ujarnya seperti dilansir langgam.id.

Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 Satker PJN I Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Yan Purwandi mengatakanruas jalan yang ambruk berada di Km 116+975. Meski menggunakan sistem hbuka tutup, sebutnya, kondisi arus lalulintas cenderung lancarkarena jumlah kendaraan yang melewati ruas jalan tersebut cukup sepi. “Sistem buka tutup kita berlakukan agar longsor tidak semakin parah serta untuk mencegah hal yang tak diinginkan,” terangnya.

Ia menjelaskan untuk tindakan sementara agar jalan bisa diakses kendaraan, pihaknya membuka jalan darurat pada lahan seluas 5 meter ke sebelah kanan.Selain itu juga di bagian lereng bawah, sedang dilakukan perngerjaan bronjong untuk mencegah badan jalan tidak hanyut oleh derasnya air sungai.

Ia memperkirakanagar lalu lintas bisa normal kembali seperti sediakala, dibutuhkan waktu dua hingga tiga minggu. “Mudah mudahan sesuai dengan perkiraan kita agar tidak terjadi kemacetan disana, ” tutupnya.

Jalan Sumbar-Riau Sempat Tertimbun Longsor

Hujan deras yang mengguyur kawasan Kabupaten Limapuluh Kota sejak beberapa hari terakhir menyebabkan terjadinya longsor di ruas jalan nasional Sumbar-Riau. Titik longsor berada sebelum jalan layang Kelok Sembilan, persisnya setelah jembatan kembar Jorong Aia Putih, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau.

“Longsor terjadi Senin dinihari (21/9) sekitar pukul 04.00 Wib,” ungkap Kepala Badan Pelaksana Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota Joni Amir didampingi Kabid Bidang Kedaruratan Ramadinol.

Menurutnya longsor yang menimbun separuh badan jalan tersebut sempat mengganggu arus lalulintas Sumbar-Riau. Tetapi kondisi itu tidak berlangsung lama. “Senin pagi jalan sudah bisa dilewati meski petugas masih bekerja membersihkan material longsor,” jelasnya.

Ia mengungkapkan di lokasi itu sudah sering terjadi longsor akibat tebing tidak mampu menahan material tanah yang turun. Ia juga mengimbau pengguna jalan yang melintas di ruas jalan negara Sumbar-Riau itu untuk selalu waspada dan hati-hati, terlebih kondisi cuaca masih mendung dan hujan gerimis. (dst/lgm)