Polda Sumbar Gagalkan Peredaran 2 Kg Sabu Sindikat Internasional, Ribuan Butir Pil Ekstasi dan Uang Tunai Rp559 Juta Disita

PADANG, KP – Direktorat Narkoba Polda Sumbar berhasil mengungkap jaringan peredaran sabu internasional. Enam pelaku berinisial OT, Y, RZ, RB, EF, dan AN, diamankan dari tiga lokasi berbeda.

Direktur Narkoba Polda SumbarKombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengatakanpengungkapan kasus bermula dari penangkapan tersangka SY di Jalan Kampung Baru, Kelurahan Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Senin silam (10/8) sekitar pukul 16.30 WIB.

“Dari pelaku kami menyita narkoba jenis sabu seberat 800 gram. Ia mengakumendapatbarang haram itu dari seseorang berinisial Y yang beralamat di Kota Pekanbaru. Y ini sempat masuk daftar buron karena melarikan diri,” ujar Kombes Wahyu saat jumpa pers di Mapolda Sumbar, Senin (21/9).

Dalam proses pengembangan, polisi menangkap OT dan DAF di Sarilamak, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis lalu (3/9) sekitar pukul 03.00 WIB. Dari tangan kedua pelaku diamankan barang bukti berupa satu butir ekstasi dan satu paket kecil sabu yang dibungkus uang kertas pecahan Rp2 ribu di bagian samping persneling mobil pelaku.

“Mereka tidak mengakui barang itu milik mereka. Ternyata mobil yang dikendarainya adalah milik Y,” ujarnya.

Selanjutnyapolisi melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap Y di kediamannya di Komplek Perumahan Permata Ratu, Jalan Parit Indah Blok O Nomor 6, Kelurahan Tangkerang Labuai RT03/RW11, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru.Selain Y, polisi juga mengamankan rekannya yang merupakan seorang perempuan berinisial SZ yang menerima dan menyediakan buku rekening untuk transaksi.

Dari pelaku Y dan SZ polisi menyita sabu-sabu seberat dua kilogramdan ekstasi sebanyak 5.708,5 butir serta uang tunai Rp559 juta. Sabu-sabu dan ekstasi tersebut disimpan dalam sebuah ruangan rahasia yang disamarkan pintunya oleh Y dengan peralatan olahraga.

“Barang itu diedarkan dengan cara dijual melalui perantara kurir dan pembayarannya melalui transfer uang melalui rekening,” ujar Wahyu.

Dalam pengembangan lebih lanjut, polisi berhasil menangkap tiga pelaku lain berinisial RB, EF, dan AN di Jalan Satria Komplek Kuantan Regency Cluster Garden Nomor J18, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Kamis (3/9) sekitar pukul 22.30 WIB. Para pelaku ditangkap karena diduga kuat ikut terlibat jaringan Y.

“Ada kemungkinan ini jaringan internasional berdasarkan keterangan pelaku dan mereka diduga sudah bermain sejak setahun belakangan,” ujarnya.

Atas perbuatanya, tersangka OT, Y, dan SZ dijerat pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 juncto pasal 137 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Sedangkan tersangka RB, EF, dan AN dijerat pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) juncto pasal 127 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati. (frd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tinggal Seorang Diri, Wanita Lansia Ditemukan Meninggal

Sen Sep 21 , 2020
PADANG, KP – Seorang wanita lansia bernama Lin (75 tahun) ditemukan meninggal dunia di rumahnya yang bertingkatdi Kelurahan Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Senin siang (21/9) sekitar pukul 13.00 WIB. Kapolsek Padang BaratAKP Martin mengatakan awalnya pihak kepolisian menerima laporan dari keluarga korban. Mendapat laporan itu polisi langsung […]