18 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Ekonomi Sumbar Triwulan II Terkontraksi Minus 4,91 Persen

PADANG, KP – Bank Indonesia (BI) perwakilan Sumbar mencatat pertumbuhan ekonomi Sumbar pada triwulan II 2020 terkontraksi minus 4,91 persen atau turun dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 3,90 persen.

“Angka ini masih lebih baik dibandingpertumbuhan ekonomi nasional yang minus 5,92 persen,” kata Kepala BI perwakilan Sumbar Wahyu Purnama di Padang, Senin (21/9).

Menurut dia kontraksi ekonomi Sumbar terjadi akibat dampak pandemi covid-19 yang terutama mempengaruhi konsumsi rumah tangga (RT), net ekspor, dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB).

Sementara dari sisi lapangan usaha, kontraksi ekonomi didorong oleh tiga sektor penopang utama ekonomi Sumbar, yaitu sektor transportasi dan pergudangan minus 29,37 persen sektor perdagangan besar-eceran minus 3,32 persen serta sektor konstruksi minus 5,21 persen.

Namun demikian, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Sumbar diperkirakan akan relatif membaik pada triwulan III 2020. Hal itu dipengaruhi oleh penerapan kebijakan normal baru yang diperkirakan akan mendorong kinerja konsumsi RT dan PMTB.

Kemudian dari sisi lapangan usaha perbaikan kinerja perekonomian pada triwulan III 2020 terutama disebabkan oleh membaiknya usaha transportasi dan pergudangan, perdagangan dan eceran, serta industri pengolahan.

Selain itu pelonggaran kebijakan pembatasan kegiatan dan mobilitas masyarakat diperkirakan akan mendorong kinerja lapangan usaha transportasi dan pergudangan serta perdagangan dan eceran. Perbaikan harga dunia untuk komoditas utama CPO dan karet diperkirakan juga akan turut mendorong lapangan usaha industri pengolahan, ujarnya.

Di sisi lain, lanjutnya, realisasi belanja dan pendapatan Sumbar hingga triwulan II 2020 meningkat dibandingkan dengan realisasi triwulan II 2019 disebabkan oleh penyesuaian anggaran yang dilakukan selama pandemi covid-19.Sejalan dengan realisasi provinsi, persentase realisasi pendapatan dan belanja 19 kabupaten/kota di Sumbar hingga triwulan II 2020 juga mengalami peningkatan dibandingkan triwulan II 2019.(ant)