9 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Melalui Gerakan Agam Terkoneksi, Masyarakat Bisa Internetan Gratis

LUBUKBASUNG, KP – Pandemi Covid-19 yang terjadi beberapa bulan terakhir membuat masyarakat kewalahan dalam menyediakan paket internet sebagai penunjang belajar anak-anak. Melalui Gerakan Agam Terkoneksi, Pemerintah Kabupaten Agam menyediakan akses wifi gratis yang bisa dimanfaatkan untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Kita tidak tahu kapan Pandemi Covid-19 ini akan berakhir, sementara masyarakat kita sudah kewalahan membeli paket internet, untuk itu Agam Terkoneksi diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan layanan internet secara gratis,” ujar Bupati Agam Indra Catri, Selasa (22/9).

Sebagai tahap awal jelasnya, Pemkab Agam akan memberdayakan pemasangan wifi bagi seluruh masjid dan tempat ibadah yang memiliki jaringan telepon. Masjid dan tempat ibadah dipilih karena hampir setiap wilayah di Agam memiliki fasilitas tersebut. “Kita juga meminta kepada pengurus masjid dan tempat ibadah untuk menyediakan halaman dengan bangku yang diatur untuk menjaga jarak,” tuturnya.

Kemudian sambung Bupati, pengurus masjid diminta mengatur jadwal dari pukul 08.00 – 11.00 WIB. Jam tersebut dipilih supaya anak-anak ataupun masyarakat bisa mendapatkan paparan ultraviolet yang bagus untuk peningkatan imun tubuh. 

Selain itu melalui Agam Terkoneksi, Pemkab Agam juga menginstruksikan instansi perkantoran mulai dari perkantoran di ibu kota hingga di tingkat nagari untuk membuka password akun wifi. Tidak hanya itu, perkantoran juga diminta memberikan pelayanan kepada masyarakat yang akan mengakses internet di lokasi tersebut. “Kantor-kantor diminta untuk menyediakan kursi-kursi di halaman, sehingga masyarakat tidak perlu masuk ke dalam kantor, untuk di ibu kota contohnya di kawasan Gedung Olah Raga Rang Agam,” paparnya.

Kemudian Bupati juga mangajak masyarakat yang ekonominya terbilang mampu, untuk memasang layanan wifi. Hal itu dimaksudkan untuk membantu anak-anak atau tetangga yang memiliki keterbatasan mengakses internet. “Ini sama seperti dulu ketika televisi bisa dihitung jari, hanya di rumah-rumah tertentu yang ada. Jadi kalau ingin menonton, sama-sama di sana. Demikian wifi ini, anak-anak tetangga yang tidak mampu bisa tertolong, terpenting bagaimana masalah anak-anak dalam menunjang pendidikan bisa terbantu,” jelasnya.

Menurutnya, di tengah Pandemi Covid-19 keterbatasan akses internet memang harus disikapi secara bersama. Sehingga terjadinya pemerataan jaringan internet yang posisinya menjadi penting di tengah penerapan proses belajar secara daring. “Di wilayah perkotaan, akses internet mungkin tidak terlalu jadi hambatan. Namun, di beberapa wilayah yang jauh dari jangkauan internet ini akan menjadi masalah. Untuk itu kita berupaya mengatasi persoalan tersebut agar pelajar dan mahasiswa di pelosok bisa mengakses fasilitas yang sama,” tukasnya. (rzk)