Murid PAUD Hingga Mahasiswa Dapat Bantuan Internet Gratis

JAKARTA, KP – Pemerintah memberi bantuan internet gratis kepada para pelajar, guru, mahasiswa, dan dosen untuk mendukung pembelajaran jarak jauh selama pandemi covid-19. Mengutip laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), bantuan kuota data internet itu disalurkan dalam tiga tahap yang dimulai Selasa (22/9).

Bantuan yang diberikan Kemendikbud berupa kuota data internet dengan rincian kuota umum dan kuota belajar. Kuota umum dimaksud adalah kuota yang dapat digunakan untuk mengakses seluruh laman dan aplikasi. Sementara itu, kuota belajar adalah kuota yang hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran, seperti aplikasi dan website Aminin, Ayoblajar, Bahaso, Birru, Cakap, Duolingo, Edmodo, Eduka system, Ganeca digital, dan Google Classroom. Kemudian, Kipin School 4.0, Microsoft Education, Quipper, Ruang Guru, Rumah Belajar, Sekolah.Mu, Udemy, Zenius, dan aplikasi WhatsApp.

Peserta didik PAUD/TK mendapat kuota internet gratis sebesar 20 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 15 GB. Peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapat 35 GB per bulan dengan rincian 5 GB untuk kuota umum dan kuota belajar 30 GB. Kemudian paket kuota internet untuk pendidik pada PAUD dan jenjang pendidikan dasar dan menengah mendapat 42 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 37 GB kuota belajar. Sedangkan Paket kuota internet untuk mahasiswa dan dosen sebesar 50 GB per bulan dengan rincian 5 GB kuota umum dan 45 GB kuota belajar.

Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ainun Na’im dalam keterangan persnya, Selasa (22/9) menjelaskan bantuan kuota data internet untuk bulan pertama dan kedua memiliki masa berlaku masing-masing 30 hari terhitung sejak kuota data internet diterima oleh nomor ponsel pendidik dan peserta didik.

Sementara itu, bantuan kuota data internet untuk bulan ketiga dan keempat yang dikirim secara bersamaan di bulan November akan berlaku selama 75 hari terhitung sejak kuota data internet diterima oleh nomor ponsel pendidik dan peserta didik.

“Setiap penerima bantuan hanya dapat menerima bantuan kuota data internet untuk satu nomor ponsel setiap bulannya. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan pengawasan memantau pelaksanaan pengadaan bantuan kuota data internet. Apabila terdapat indikasi penyimpangan, masyarakat dapat melaporkannya kepada Kemendikbud,” ujar Ainun Na’im.

TANGGAL PENYALURAN

Bulan September

Tahap I: 22-24 September 2020

Tahap II: 28-30 September 2020

Bulan Oktober

Tahap I: 22-24 Oktober 2020

Tahap II: 28-30 Oktober 2020

Bulan November dan Desember

Tahap I: 22-24 November 2020

Tahap II: 28-30 November 2020

PERSYARATAN

1. Satuan pendidikan/lembaga pendidikan PAUD harus punya Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN);

2. NPSN mesti terdaftar di aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

3. Operator satuan pendidikan harus terdaftar di jaringan Pengelola Data Pendidikan dan Kebudayaan.

4. Perguruan tinggi terdaftar di aplikasi PDDikti.

PROSEDUR

1. Masing-masing sekolah perlu mendaftarkan nomor HP siswa/pendidik di aplikasi Dapodik; dan Pengelola PDDikti kampus mendaftarkan nomor ponsel mahasiswa/dosen ke aplikasi PDDikti.

2. Pusdatin Kemendikbud akan mengumpulkan nomor HP dari Dapodik dan PDDikti.

3. Operator dan Pusdatin Kemendikbud bekerjasama mengecek status keaktifan nomor HP.

4. Pemimpin satuan pendidikan bisa mengecek status itu melalui situs http://vervalponsel.data.kemdikbud.go.id/ dan PDDikti. (cnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ular Kobra 3 Meter Menyelinap Masuk Rumah Warga di Padang

Sel Sep 22 , 2020
PADANG, KP – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang mengevakuasi seekor ular king kobra sepanjang tiga meter yang ditemukan dalam rumah wargadi Jalan Karang Putih, RT02/RW/02, Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Senin sore (21/9), sekitar pukul 17.35 WIB. “Awalnya kami dapat laporan dari pemilik rumah bahwa ada […]