18 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Pemko Pariaman Salurkan Bantuan kepada Wanita dan Anak Korban Kekerasan

PARIAMAN, KP – Pemerintah Kota Pariaman melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pariaman menyalurkan bantuan spesifik kepada korban kekerasan terhadap wanita dan anak di Balairung Pendopo Walikota Pariaman, Senin (21/9).

“Alhamdulillah hari ini seluruh korban kekerasan terhadap wanita dan anak mendapat bantuan. Ini salah satu bentuk pedulinya pemerintah terhadap mereka yang telah menjadi korban kekerasan,“ ungkap Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Pariaman Lucy Genius, usai memberikan bantuan tersebut.

Dikatakannya, untuk mengatasi dampak kekerasan terhadap perempuan dan anak secara fisik dan psikologis, hingga saat ini Pemko Pariaman masih gencar melakukan roadshow atau sosialisasi ke tingkat desa dan kelurahan se-Kota Pariaman. Melalui DP3AKB dan P2TP2A Kota Pariaman bersama jajaran kepolisian dan TNI selalu mengupayakan agar tidak ada lagi korban KDRT selanjutnya.

“KDRT di Kota Pariaman masih terjadi meskipun tidak banyak. Tapi tetap harus segera kita atasi bersama dengan pemerintah. Karena itu pemerintah membutuhkan kerjasama yang baik dari seluruh masyarakat dalam mengatasi dampak Covid-19, terutama yang menimpa perempuan dan anak,” tambahnya.

Ia berharap, dengan adanya bantuan tersebut semua korban KDRT akan merasa lebih baik dan tidak meninggalkan trauma di kehidupannya mendatang. Disebutkannya, bantuan yang diberikan memang tidak terlalu besar, namun setidaknya sudah membantu meringankan beban dan menjaga imunitas tubuh agar tidak menurun.

Sementara itu Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) DP3AKB Kota Pariaman, Darmi mengatakan, bantuan tersebut merupakan program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia yang diberikan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumbar.

“Sebanyak 30 orang korban KDRT baik anak-anak ataupun ibu rumah tangga menerima bantuan. Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan perempuan, susu, roti dan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh. Karena di masa Pandemi Covid-19, kita harus betul-betul menjaga kondisi tubuh agar tetap prima dan terhindar dari Covid-19, “ ujarnya.

Ia mengatakan, data tersebut diambil dalam dua tahun terakhir. Sedangkan bantuan yang diberikan merupakan kebutuhan dasar yang diperlukan si penerima. Darmi berharap, semoga kasus-kasus KDRT berikutnya tidak ada lagi di Kota Pariaman. “Dan yang penting kita semua memiliki tanggung jawab untuk meminimalisir kasus-kasus tersebut,“ tutupnya. (war/mc)