9 Mei 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Petaka Malam Berdarah oleh Lima Sekawan

PAYAKUMBUH, KP- Ruas jalan utama Payakumbuh-Suliki tepatnya di Jalan Tan Malaka, Kelurahan Tanah Mati, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, Selasa pagi (22/9) mendadak ramai dan macet.

Puluhan anggota kepolisian dari Polres Payakumbuh, baik anggota Satlantas dan Satreskrim berseragam dinas,berpakaian sipil, dan sebagian bersenjata laras panjangtampak bersiaga mengamankan sebuah rumah. Rumah itu adalah titik awal berkumpulnya lima kawanan pemuda yang berencana akan menghabisi nyawa korban Wanido Anafiska (23 tahun), warga Jorong Talang, Nagari Talang Maua, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota.

Dari hasil berkumpul di rumah itu pada Senin malam (7/9), kelima kawasan pemuda tersebut mengatur siasat untuk menjebak dan menghabisi Wanido Anafiska. Sebab, salah seorang dari lima pemuda itu yang berinisial AMD (20 tahun) warga Kelurahan Tigo Koto Diateh, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh, merasa sakit hati dan cemburukarena korban telah menganggu pacarnya.

Pada malam nahas itu tersangka AMD menghubungi korban Wanido Anafiska dengan membajak akun Facebook pacarnya untuk mengajak bertemu pada pukul 03.00 WIB di sekitar Simpang Parik Lampasi, Payakumbuh Utara.Agaknya, tak ada firasat buruk dari korban. Dan pada malam itu, korban Wanido Anafiska bersama seorang temannya memenuhi ajakan itu.

Setelah janji ketemuan lewat akun Facebbok itu disepakati, AMD (20 tahun) bersama empat temannyaBRP (17 tahun), MI (17 tahun)juga beralamat di Kelurahan Tigo Koto Diateh serta IP (18 tahun) dan RMR (17 tahun) warga Kelurahan Napar, menunggu korban di sekitar Simpang Parik Lampasi sekitar pukul 03.00 WIB.

Ketika korban sampai di lokasi yang dijanjikan, kelima tersangka yang sebelumnya bersembunyi di semak-semak langsung memukul kepala korban dengan sepotong kayu yang saat itu korban masih berada di atas sepeda motor.Tindak penganiayaan brutal yang terjadi pada malam dingin nan sepi ituberakhir setelah kelima kawanan itu memastikan korban tak berkutik. Sementara, teman korban yang menemaninya berhasil kabur dari TKP dan selamat dari amukan kelima pemuda yang kalap itu.

Adengan brutal membawa maut yang dilakukan kelima kawanan pemuda karena dipicu rasa cemburu dan sakit hati lantaran pacarnya diganggu itu tergambar dengan jelas dalam reka ulang yang memperagakan 34 adegan.

Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira melalui KasatreskrimAKP M Rosidi disela-sela rekontruksi mengatakan pada adegan 24 hingga 30, korban dipukul oleh tersangka. Kayu yang digunakan tersangkadidapat di semak-semak persembunyian. Usai dipukul, korban terjatuh dan dipukul lagi hingga terluka.

“Korban mengalami luka parah dan dilarikan ke rumah sakit. Sedangkankelima pelaku kabur setelah melihat cahaya kendaraan yang akan melintasi lokasi kejadian dan meninggalkan korban dalam kondisi terluka,” ujarnya.

Kurang 10 jam dalam perawatan medis, nyawa korban tak tertolong dan meninggal dunia.

“Reka ulang ini untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Payakumbuh,” pungkas AKP M Rosidi.

Reka ulang yang turut dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Payakumbuh serta pesehat hukum kelima tersangka itu berlangsung hingga pukul 12.00 WIB dan jadi tontonan warga. (dst)