27 Juli 2021

HARIAN UMUM KORAN PADANG

Berani Menyampaikan, Santun Mengkritisi

Saatnya Tunjukkan Taring

Corona jelas berbahaya. Korbannya terus berjatuhan. Meninggal tiap saat. Rumah sakitpun dipenuhi pasien terdampak. Sudah cukup lama pandemi ini berlangsung di berbagai belahan dunia. Masih untung, pemerintah terus berjibaku menghadapi virus mematikan itu. Sudah beragam taktik dan strategi mengatasi corona. Namun, diantara kita masih ada juga yang menganggap enteng virus dari Wuhan itu. Buktinya, disuruh bermaskerbanyak yang tak peduli. Disuruh jaga jarak nyatanya bergerombol juga.

Kini, pemerintah memperlihatkan taringnya. Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) disahkan disertai sanksi. Sehingga, tak ada lagi yang tak bermasker ketika beraktivitas di luar rumah. Yang bandel diberi sanksi. Membersihkan jalan dan hukuman yang sifatnya mendidik. Kalau tak menpan juga ‘kurungan’ sudah disediakan. Kota Padang benar-benar memperlihatkan aksi nyata pada warganya yang tak peduli dengan pandemi ini.

KORAN PADANG terbitan Senin (21/9) memberitakan ‘Tak Kenakan Masker, Warga Disanksi Sapu Jalan’. Bahkan Polresta Padang sudah menyiapkan sel khusus bagi warga yang bandel.

Diharapkan penegak aturan juga menunjukkan ‘taringnya’. Tidak ada istilah ‘tebang pilih’. Tiba di mata tak dipicingkan, tiba di perut tak dikempiskan. Kalau tak juga melandai corona di Sumbar, berarti aturan atau disiplin belum begitu ditegakkan maksimal.

Hanya dengan menegakkan aturan secara konsekuen, Insya Allah kita mampu menghabisi corona tersebut. Padang dan Bukittinggi adalah barometer yang jadi ukuran menghabisi corona di Sumbar ini. Sebaliknya jika dua kota ini tak memunculkan gerak spektakuler, boleh jadi kita kehabisan strategi melawan virus jahanam tersebut.

Bersama kita bisa habis corona itu. Terjauh dari segala ketakaburan.Semoga dalam waktu sesingkat- singkatnya corona meninggalkan Sumbar. Sama dengan Wuhan Tiongkokasal corona, nyatanya kini Wuhan itu sudah bebas corona. Warganya sudah beraktivitas lagi seperti dulu. *